Uptodai.com - Pembunuhan cucu Mpok Nori yang dilakukan oleh mantan suami sirinya kini memasuki babak baru setelah pihak kepolisian membeberkan kronologi lengkapnya secara transparan. Korban berinisial DA (37) ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di rumah kontrakannya yang berlokasi di kawasan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur. Kejadian tragis ini mengguncang keluarga besar seniman legendaris Betawi tersebut karena melibatkan kekerasan yang sangat fatal.

Pihak kepolisian telah mengamankan pelaku utama berinisial F, seorang warga negara (WN) Irak yang diketahui pernah menjalin hubungan pernikahan siri dengan korban. Penangkapan ini dilakukan setelah tim penyidik mengumpulkan sejumlah bukti kuat di lokasi kejadian perkara. Saat ini, pelaku tengah menjalani pemeriksaan intensif untuk mempertanggungjawabkan perbuatan kejinya di hadapan hukum.

Motif Cemburu di Balik Aksi Keji Pelaku

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, penyidik Polda Metro Jaya mengungkapkan bahwa api cemburu menjadi alasan utama di balik tindakan nekat yang dilakukan oleh F. Pelaku merasa tidak terima saat mendapati korban mulai menjalin kedekatan dengan pria lain setelah hubungan pernikahan siri mereka merenggang. Rasa memiliki yang berlebihan diduga kuat memicu emosi pelaku hingga gelap mata.

Panit 2 Subdit Resmob Polda Metro Jaya, AKP Fechy J Atupah, mengonfirmasi bahwa keduanya sering terlibat pertengkaran hebat dalam beberapa waktu terakhir. Perselisihan tersebut terus berulang karena kecurigaan pelaku yang merasa dikhianati oleh korban secara sepihak. “Dugaan sementara karena rasa cemburu berdasarkan pemeriksaan pelaku,” ujar Fechy kepada awak media.

Kronologi Ketegangan di Bazar Ramadan

Ketegangan antara keduanya memuncak pada 20 Maret 2026, saat pelaku secara tidak sengaja melihat korban sedang berjalan bersama seorang pria asing. Pertemuan yang tidak terduga tersebut terjadi di tengah keramaian sebuah acara Bazar Ramadan yang sedang berlangsung di kawasan Jakarta Timur. Pelaku yang tersulut emosi langsung mendatangi korban untuk meminta penjelasan saat itu juga.

Meskipun sempat terjadi adu mulut di lokasi publik, pria yang sedang bersama korban memilih untuk segera meninggalkan lokasi guna menghindari keributan lebih lanjut. Setelah insiden di bazar tersebut, pelaku dan korban sempat berpisah arah dengan perasaan yang masih diselimuti amarah. Namun, ternyata pelaku tidak benar-benar merelakan kejadian tersebut begitu saja.

Detik-Detik Terjadinya Pembunuhan di Kontrakan

Rasa penasaran dan emosi yang membara membawa pelaku kembali mendatangi kediaman korban pada malam harinya sekitar pukul 22.00 WIB. Setibanya di sana, F kembali mendapati korban masih bersama pria yang sama di dalam kamar kontrakannya. Hal ini memicu pertengkaran yang jauh lebih sengit dibandingkan kejadian di bazar sebelumnya.

Korban yang merasa terganggu dengan kehadiran mantan suami sirinya itu kemudian mengusir pelaku agar segera meninggalkan tempat tinggalnya. Pelaku sempat menuruti permintaan tersebut dan kembali ke tempat kosnya sendiri untuk merenungkan situasi yang baru saja ia alami. Sayangnya, niat untuk menenangkan diri justru berubah menjadi amarah yang tidak terkendali setelah ia terus memikirkan kejadian tersebut.

F akhirnya memutuskan untuk kembali lagi ke rumah kontrakan DA dengan membawa emosi yang sudah mencapai puncaknya. Di lokasi inilah terjadi kekerasan fisik yang berujung pada hilangnya nyawa korban secara tragis. Pelaku sempat mencekik leher korban hingga korban berusaha melakukan perlawanan sekuat tenaga untuk menyelamatkan diri.

Karena korban terus memberontak, pelaku akhirnya mengambil sebilah pisau dan menyayat leher korban hingga mengakibatkan luka yang sangat fatal. Setelah memastikan korban tidak berdaya, pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian. Pembunuhan cucu Mpok Nori ini kini menjadi perhatian publik mengingat latar belakang keluarga korban yang merupakan tokoh seni ternama.

Langkah Hukum Terhadap Warga Negara Asing

Pihak kepolisian masih terus mendalami keterangan dari saksi-saksi lain, termasuk pihak keluarga korban, untuk melengkapi berkas perkara pembunuhan ini. Status pelaku sebagai warga negara asing (WNA) juga menjadi perhatian khusus dalam koordinasi dengan pihak imigrasi dan kedutaan terkait. Polisi memastikan proses hukum akan berjalan sesuai dengan undang-undang yang berlaku di Indonesia.

Kepergian DA meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar almarhumah Mpok Nori yang selama ini dikenal sangat menjaga kerukunan keluarga. Masyarakat berharap agar pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal atas tindakan tidak manusiawi yang telah dilakukannya. Kasus ini juga menjadi pengingat akan bahayanya konflik domestik yang tidak terselesaikan dengan kepala dingin.