Kronologi Penemuan Jasad Cucu Mpok Nori yang Tewas Mengenaskan
Uptodai.com - Kasus penemuan jasad cucu Mpok Nori yang bernama Anggary menggemparkan publik setelah ditemukan tak bernyawa di kamar kontrakannya. Kejadian tragis ini bermula saat pihak keluarga merasa curiga karena korban tidak memberikan kabar sejak Jumat malam, 20 Maret 2026.
Anggary yang sehari-hari berprofesi sebagai chef katering biasanya sangat responsif saat dihubungi terkait pekerjaan maupun urusan keluarga. Ketidakhadirannya tanpa kabar selama berjam-jam memicu kekhawatiran mendalam bagi ibu dan anak korban. Karena rasa cemas yang memuncak, keluarga akhirnya memutuskan untuk mendatangi langsung kediaman korban pada dini hari.
Sekira pukul 03.30 WIB, keluarga tiba di lokasi dan mencoba memanggil korban berkali-kali namun tidak ada jawaban. Suasana hening di depan pintu kontrakan tersebut membuat firasat buruk keluarga semakin menguat. Tanpa pikir panjang, mereka memutuskan untuk mengambil tindakan tegas demi memastikan kondisi Anggary.
Kronologi Penemuan Jasad Cucu Mpok Nori di Kamar Kontrakan
Ketua RT setempat, Nurgiyanto, memaparkan bahwa pihak keluarga terpaksa melakukan aksi masuk paksa untuk bisa menjangkau bagian dalam rumah. Mereka menggedor pintu dengan keras, namun tetap tidak mendapatkan respons dari dalam kamar. Akhirnya, keluarga memilih masuk melalui jendela yang berhasil dicongkel.
Begitu berhasil masuk, pemandangan memilukan langsung menyambut mereka di dalam ruangan yang sempit tersebut. Anggary ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa dengan posisi yang sangat memprihatinkan. Isak tangis dan teriakan histeris dari ibu serta anak korban seketika pecah membelah kesunyian malam.
Nurgiyanto mengaku sangat terkejut saat mendengar teriakan histeris dari pihak keluarga yang pertama kali menemukan korban. Ia segera menuju lokasi namun mengaku tidak berani masuk ke dalam karena situasi yang sangat emosional. Ia memilih untuk segera mengoordinasikan warga guna mengamankan area sekitar tempat kejadian perkara.
Kondisi Lingkungan Sepi Akibat Mudik Lebaran
Anehnya, warga sekitar mengaku sama sekali tidak mendengar adanya suara keributan atau teriakan minta tolong sebelum korban ditemukan. Hal ini diduga terjadi karena kondisi lingkungan yang sedang sangat sepi. Banyak warga di sekitar kontrakan korban yang sudah berangkat menuju kampung halaman untuk Mudik Lebaran.
Ketiadaan saksi mata yang mendengar suara mencurigakan membuat pelaku sempat memiliki waktu untuk melarikan diri. Nurgiyanto menjelaskan bahwa tetangga persis di sebelah kontrakan korban sedang kosong karena ditinggal penghuninya. Faktor inilah yang membuat aksi keji pelaku tidak terdeteksi oleh warga sekitar sejak awal kejadian.
Setelah memastikan adanya tindak pidana, Nurgiyanto langsung bergerak cepat melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Langkah ini diambil agar lokasi kejadian tetap steril dan tidak rusak oleh kerumunan warga yang mulai berdatangan. Polisi segera tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengevakuasi jenazah korban.
Penangkapan Pelaku oleh Polda Metro Jaya
Pihak Polda Metro Jaya yang menangani kasus ini tidak membutuhkan waktu lama untuk mengidentifikasi terduga pelaku. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pelaku ternyata merupakan mantan suami korban yang berusaha melarikan diri ke luar daerah. Polisi segera melakukan pengejaran secara intensif ke titik-titik pelarian yang dicurigai.
Pelaku akhirnya berhasil diringkus saat sedang berada di dalam bus yang sedang melaju menuju Pelabuhan Merak, Banten. Penangkapan ini dilakukan sebelum pelaku sempat menyeberang menuju Pulau Sumatera. Saat ini, pelaku sudah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait motif di balik aksi pembunuhan sadis tersebut.
Kematian Anggary meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar almarhumah Mpok Nori. Publik pun mengecam tindakan keji ini dan berharap pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal. Kasus ini kini menjadi perhatian serius aparat kepolisian guna mengungkap fakta-fakta baru di balik kematian tragis Anggary.