Uptodai.com - Momen tak terduga terekam ketika Presiden Korea dan PM Jepang main drum bersama dalam sebuah sesi santai yang mencuri perhatian publik global. Aksi musikal ini bukan sekadar hiburan, melainkan sebuah simbol kuat dari upaya pencairan ketegangan diplomatik antara Seoul dan Tokyo.

Video singkat yang dirilis oleh kanal YouTube resmi kantor Perdana Menteri Jepang menunjukkan kedua pemimpin tersebut berbagi panggung dalam nuansa yang sangat personal. Mereka berdua tampak menikmati irama lagu-lagu K-pop populer, termasuk Lagu BTS K-pop Demon Hunters berjudul “Golden”.

Kontras dengan citra politik yang kaku, momen ini memberikan dimensi baru pada hubungan bilateral kedua negara. Interaksi santai ini menjadi penanda semakin kuatnya komitmen kedua pemimpin untuk merajut kembali persahabatan yang sempat terhambat oleh isu-isu historis.

Presiden Korea PM Jepang Main Drum: Aksi Musik di Tengah Diplomasi

Perdana Menteri Takaichi, yang dikenal memiliki minat mendalam pada musik heavy metal dan juga seorang drummer andal, memimpin sesi tersebut. Ia kemudian memberikan pujian tinggi kepada Presiden Lee yang ternyata baru pertama kali memegang stik drum.

Takaichi mengungkapkan kekagumannya atas kemampuan belajar Lee yang sangat cepat. “Presiden belajar bermain drum hanya dalam lima sampai sepuluh menit,” ujar Takaichi dalam rekaman video tersebut, seperti dikutip dari Reuters.

Kemampuan adaptasi Lee yang cepat ini menunjukkan keseriusan kedua pemimpin untuk menemukan titik temu, bahkan dalam kegiatan non-formal. Musik berhasil menjembatani perbedaan bahasa dan latar belakang politik yang selama ini menjadi penghalang.

Menyelaraskan Ritme, Membangun Masa Depan Bersama

Presiden Lee juga membagikan momen kebersamaan ini melalui akun X pribadinya, memberikan interpretasi diplomatik atas kegiatan tersebut. Ia mengakui adanya perbedaan tempo, namun menekankan pentingnya upaya penyelarasan ritme.

“Meskipun tempo kami sedikit berbeda, kami berusaha menyelaraskan ritme bersama,” tulis Lee dalam unggahannya. Pesan ini jelas menggarisbawahi komitmen untuk mengatasi perbedaan historis yang selama ini menghambat relasi kedua negara.

Lee menambahkan bahwa aksi musikal tersebut menjadi landasan untuk masa depan. “Kami akan membangun hubungan berorientasi masa depan dengan satu hati,” tegasnya, menunjukkan optimisme terhadap hubungan bilateral yang lebih hangat.

Penguatan Kerja Sama Keamanan dan Ekonomi

Aksi musikal ini menjadi simbol mencairnya hubungan Jepang-Korea Selatan, dua negara yang selama bertahun-tahun kerap diliputi ketegangan historis dan politik. Usai sesi drum yang penuh tawa, Takaichi dan Lee melanjutkan agenda mereka dengan mengunjungi Kuil Horyuji di Nara.

Kunjungan ke kota kelahiran Takaichi ini semakin memperkuat nuansa personal dalam pertemuan tingkat tinggi tersebut. Hal ini menandai pergeseran fokus dari konflik masa lalu menuju kerja sama yang lebih erat.

Secara resmi, dalam pernyataan yang dirilis pada Selasa, kedua pemimpin telah menegaskan kembali komitmen mereka untuk memperdalam kerja sama di bidang keamanan dan ekonomi. Hal ini menjadi krusial di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Asia Timur.

Mereka juga sepakat melanjutkan praktik “shuttle diplomacy” yang telah dimulai. Sebagai tindak lanjut, kunjungan balasan Perdana Menteri Takaichi ke Korea Selatan telah dijadwalkan dalam waktu dekat, menandai babak baru yang lebih hangat dalam sejarah hubungan Jepang-Korea Selatan.