Suami Boiyen Bantah Penggelapan Dana, Klaim Bisnis Lesu
Uptodai.com - Kabar kurang menyenangkan datang dari Rully Anggi Akbar, suami dari komedian Boiyen, yang akrab disapa Ezel. Ia baru-baru ini menghadapi laporan dugaan penggelapan dana investasi. Namun, Suami Boiyen Bantah Penggelapan Dana tersebut dan memberikan klarifikasi tegas melalui tim kuasa hukumnya.
Ezel dilaporkan oleh seorang investor berinisial RF terkait dana yang diinvestasikan untuk bisnis warung makan. RF menuduh Ezel menggelapkan dana senilai Rp300 juta tanpa adanya pengembalian keuntungan berkala sesuai kesepakatan awal.
Suami Boiyen Bantah Penggelapan Dana, Kuasa Hukum Ungkap Jumlah Sebenarnya
Ben Zebua, salah satu kuasa hukum Rully Anggi Akbar, membantah keras tuduhan penipuan dan penggelapan yang dilayangkan RF. Menurut Ben, terdapat ketidaksesuaian mengenai jumlah dana yang dipermasalahkan. Ia menjelaskan bahwa total dana yang diinvestasikan oleh RF sebenarnya adalah Rp200 juta, bukan Rp300 juta seperti yang dilaporkan.
Ben Zebua memastikan bahwa dana investasi tersebut digunakan secara transparan dan sepenuhnya untuk operasional bisnis. Penggunaan dana Rp200 juta itu mencakup biaya sewa lahan, pembangunan fisik warung makan di wilayah Yogyakarta, hingga alokasi gaji untuk para karyawan.
“Jadi, kami tegaskan, tidak ada yang namanya penipuan dan penggelapan seperti yang dituduhkan dalam laporan tersebut,” ujar Ben Zebua saat memberikan keterangan pers di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada 14 Januari 2026.
Kondisi Bisnis dan Perjanjian Investasi Bisnis Warung Makan
Husor Hutasoit, kuasa hukum Ezel lainnya, menambahkan bahwa warung makan milik kliennya hingga saat ini masih beroperasi. Keberlanjutan operasional ini menjadi bukti nyata bahwa Ezel tidak memiliki niat sedikit pun untuk menggelapkan dana atau menutup bisnis secara sepihak.
Meskipun demikian, Ezel tidak menampik bahwa kondisi bisnis yang dijalankannya sedang menghadapi tantangan berat. Bisnis kuliner di Yogyakarta tersebut, menurutnya, sedang mengalami lesu konsumen yang signifikan. Situasi ini tentu sangat memengaruhi pergerakan kas dan keuntungan yang seharusnya didapatkan.
“Kondisi bisnis memang sedang minim pengunjung. Hal ini berdampak langsung pada kemampuan kami untuk membayar keuntungan berkala,” jelas Ezel. Ia menambahkan bahwa ia bahkan harus menggunakan uang pribadinya untuk menutupi kebutuhan operasional paling mendasar.
Ezel mengungkapkan bahwa dirinya saat ini menanggung gaji sekitar sembilan orang karyawan. Beban gaji tersebut harus dipenuhi setiap bulan, terlepas dari seberapa besar pendapatan warung makan. Oleh karena itu, dana pribadi terpaksa dikeluarkan demi menjaga kelangsungan pekerjaan para karyawannya.
Lebih lanjut, Husor Hutasoit menjelaskan bahwa kesepakatan awal antara RF dan Ezel mengatur mekanisme pengembalian modal. Dana investasi baru akan dikembalikan secara penuh jika pihak investor membatalkan perjanjian kerjasama setelah tahun 2028. Hal ini menunjukkan bahwa pengembalian dana terikat pada jangka waktu dan klausul tertentu, bukan semata-mata karena permintaan sepihak saat bisnis mengalami penurunan.