Uptodai.com - Proyek ambisius Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta untuk lintas Timur-Barat (East-West Line) semakin menunjukkan kemajuan signifikan. Terutama pada Fase 2 yang membentang dari Kembangan hingga Balaraja, proyek ini dipastikan tidak akan berjalan sendiri.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berhasil menggandeng sejumlah pemain besar di industri properti nasional. Langkah strategis ini diambil untuk memastikan percepatan pembangunan infrastruktur vital tersebut, sekaligus meringankan beban pembiayaan proyek yang masif.

Keterlibatan langsung dari sektor swasta ini dikukuhkan melalui penandatanganan nota kesepakatan (MoU) antara PT MRT Jakarta dengan para pengembang yang memiliki lahan di sekitar trase yang akan dikembangkan. Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

Daftar 7 Perusahaan Properti MRT Balaraja

Tercatat ada tujuh perusahaan properti kakap yang secara resmi terlibat dalam kolaborasi pengembangan MRT Lintas Timur-Barat Fase 2 Kembangan-Balaraja ini. Mereka adalah nama-nama besar yang memiliki proyek kawasan terpadu di area penyangga Jakarta, khususnya Tangerang.

Perusahaan yang menandatangani MoU tersebut meliputi PT Serpong Cipta Kreasi (Summarecon Serpong), PT Alam Sutra Realty, Tbk (Alam Sutera), dan PT Lippo Karawaci (Lippo Land). Keterlibatan mereka menunjukkan komitmen sektor swasta dalam mendukung integrasi transportasi massal.

Selain itu, terdapat PT Paramount Enterprise International (Paramount Land), PT Serpong Cipta Cahaya (Summarecon Tangerang), PT Sinar Puspapersada (Intiland Development Tbk), serta PT Metropolitan Karyadeka Development (Metland Cyber Putri). Kolaborasi ini diharapkan menjadi model baru pembiayaan infrastruktur di Indonesia.

Strategi Pembiayaan dan Percepatan TOD

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjelaskan bahwa kolaborasi dengan pengembang swasta ini merupakan kunci utama. Menurutnya, kerja sama ini tidak hanya bertujuan meringankan pembiayaan proyek yang bernilai triliunan rupiah, tetapi juga mempercepat pengembangan kawasan di sekitar stasiun.

Pramono menegaskan bahwa pengalaman Jakarta saat mengembangkan MRT Utara-Selatan akan direplikasi untuk Fase 2 ini. Kerja sama dengan institusi internasional dan Kementerian Keuangan akan tetap dilakukan, namun partisipasi swasta menjadi elemen penting dalam studi dan pematangan proyek.

“Kami akan melakukan hal yang sama untuk mengembangkan MRT Fase 2 Kembangan-Balaraja. Kami akan segera mempersiapkan dan mematangkan, termasuk studinya,” ujar Pramono dalam keterangan tertulisnya, Kamis (5/2/2026). Ia menambahkan bahwa kerja sama ini akan mempermudah PT MRT dalam mengembangkan kawasan Transit Oriented Development (TOD).

TOD adalah konsep pengembangan kawasan yang mengintegrasikan fungsi hunian, bisnis, dan rekreasi dengan akses transportasi publik. Dengan adanya pengembang properti di sekitar trase, pembangunan TOD diharapkan bisa berjalan lebih cepat dan terintegrasi secara mulus dengan stasiun MRT.

Target Studi Rampung dan Integrasi Banten

Pramono menargetkan studi kelayakan proyek ini dapat rampung tepat waktu. Jika semua berjalan lancar, pembangunan fisik jalur MRT Kembangan-Balaraja ditargetkan dapat dimulai dalam kurun waktu satu hingga dua tahun ke depan.

Pengembangan lintas ini diyakini akan memperluas jangkauan transportasi publik bagi masyarakat hingga ke daerah penyangga, sekaligus secara signifikan mengurangi kepadatan lalu lintas di Ibu Kota. Konektivitas transportasi massal sangat krusial mengingat tingginya populasi dan mobilitas penduduk di Jabodetabek.

Senada dengan DKI Jakarta, Gubernur Banten, Andra Soni, menyambut baik nota kesepahaman ini. Integrasi transportasi massal sangat dibutuhkan oleh warga Banten yang mayoritas beraktivitas harian di Jakarta, sehingga proyek ini menjadi solusi penting bagi mobilitas regional.

“Ini adalah pembuka jalan untuk cita-cita kita bersama terkait transportasi massal yang terintegrasi. Sistem transportasi perkotaan yang dirancang Jakarta ini tentu akan sangat bermanfaat bagi Pemerintah Provinsi Banten,” ucap Andra. Kolaborasi ini menandai langkah maju dalam mewujudkan sistem transportasi perkotaan yang terpadu dan efisien.