Terungkap! ABG Begal Payudara Terinspirasi Film Porno di Jakbar
Uptodai.com - Kasus pelecehan seksual yang melibatkan dua anak baru gede (ABG) di Jakarta Barat menemukan titik terang yang mengejutkan. Pengakuan kedua pelaku mengonfirmasi bahwa aksi ABG begal payudara terinspirasi film porno yang mereka tonton secara rutin.
Insiden yang terjadi di kawasan Kembangan, Jakarta Barat, ini sempat terekam kamera CCTV dan menjadi perbincangan hangat setelah videonya viral di media sosial. Polisi kini mendalami lebih lanjut motif dan kemungkinan adanya korban lain dari tindakan bejat yang dilakukan oleh kedua remaja tersebut.
Motif Kejahatan yang Mengejutkan: Pengaruh Konten Dewasa
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Metro Jakarta Barat, AKP Wisnu Wirawan, membenarkan motif di balik aksi pelecehan tersebut. Menurut keterangan resmi dari kepolisian, kedua pelaku mengakui perbuatan mereka dipicu oleh kebiasaan menonton konten dewasa.
Pengaruh buruk dari tontonan tersebut lantas mendorong mereka untuk mempraktikkan adegan yang mereka saksikan dalam kehidupan nyata. Pengakuan ini memberikan gambaran serius mengenai dampak negatif pornografi terhadap perilaku remaja, khususnya dalam memicu tindakan kriminal seksual.
Meskipun demikian, kepada penyidik, kedua pelaku bersikeras bahwa aksi “begal payudara” ini baru mereka lakukan satu kali. Pihak kepolisian tidak serta merta mempercayai pengakuan tersebut dan terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap fakta sebenarnya.
Kronologi Aksi di Kembangan yang Terekam CCTV
Aksi pelecehan yang meresahkan warga ini terjadi pada Senin (12/1/2026) lalu di Jalan H Sodon, Meruya, Kembangan, Jakarta Barat. Korban adalah seorang siswi sekolah yang sedang berjalan kaki di gang tersebut.
Dalam rekaman CCTV yang beredar, terlihat jelas kedua pelaku berboncengan menggunakan sepeda motor, mengintai korban dari kejauhan. Mereka sempat menghentikan kendaraan sejenak sebelum salah satu pelaku bergerak cepat mendekati korban.
Pelaku yang bertindak sebagai eksekutor kemudian melakukan pelecehan fisik terhadap korban yang mengenakan seragam sekolah. Setelah melancarkan aksinya, kedua remaja tersebut langsung melarikan diri dengan kecepatan tinggi, meninggalkan korban dalam keadaan terkejut dan trauma.
Penyelidikan Lanjut Unit PPA untuk Menggali Fakta
Kasus ini langsung ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Barat. Penanganan oleh Unit PPA menunjukkan fokus kepolisian pada perlindungan korban, yang mayoritas adalah anak di bawah umur.
Penyidik kini berupaya menggali lebih dalam riwayat kejahatan kedua ABG tersebut, termasuk mengecek apakah ada laporan serupa di wilayah lain. Polisi juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memberikan pendampingan psikologis kepada korban yang mengalami trauma pasca-kejadian.
Penangkapan kedua remaja ini diharapkan dapat menjadi peringatan keras bagi masyarakat, khususnya orang tua, mengenai pentingnya pengawasan terhadap akses anak-anak ke konten digital. Pihak berwenang menekankan bahwa kejahatan seksual, sekecil apa pun bentuknya, akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.