Wagub Rano Karno Jelaskan Aturan Kembang Api Tahun Baru 2026
Uptodai.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno memberikan penegasan penting terkait isu Kembang Api Tahun Baru 2026 yang sempat menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat. Rano Karno memastikan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sama sekali tidak mengeluarkan larangan bagi masyarakat umum untuk menyalakan kembang api saat malam pergantian tahun.
Aturan pembatasan penggunaan kembang api tersebut secara spesifik ditujukan hanya kepada instansi pemerintah, pengelola acara resmi, dan pihak swasta besar seperti hotel atau pusat perbelanjaan. Kebijakan ini dikeluarkan untuk menjaga ketertiban dan memastikan fokus perayaan tetap berada pada acara-acara yang diselenggarakan secara resmi oleh Pemprov DKI.
Rano menjelaskan bahwa mustahil bagi petugas untuk memeriksa setiap individu di lokasi keramaian, seperti yang terjadi di Monas atau Bundaran HI. Oleh karena itu, larangan keras hanya diberlakukan pada entitas yang memiliki acara berskala besar dan formal. Instansi yang melanggar ketentuan ini akan dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku.
Pengganti Kembang Api di Acara Resmi Pemprov
Demi memastikan suasana perayaan tetap meriah tanpa mengandalkan kembang api, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan alternatif hiburan visual yang lebih modern dan aman. Sebagai pengganti pertunjukan kembang api tradisional, Pemprov akan menyajikan atraksi drone light show yang spektakuler.
Rano menyebutkan bahwa pertunjukan ini akan melibatkan sejumlah besar drone yang dirancang untuk memberikan hiburan visual yang memukau bagi seluruh warga ibu kota. Atraksi drone ini diharapkan mampu menciptakan transisi visual yang indah, sekaligus memastikan bahwa rasa bahagia masyarakat tidak berkurang sedikit pun saat menyambut Tahun Baru 2026.
Delapan Lokasi Pesta Malam Tahun Baru DKI
Untuk memecah keramaian dan memberikan akses perayaan yang lebih merata, Pemprov DKI Jakarta telah mempersiapkan delapan titik lokasi perayaan Tahun Baru 2026. Lokasi-lokasi ini tersebar merata di lima wilayah administrasi ibu kota, memastikan warga di berbagai penjuru Jakarta dapat menikmati hiburan.
Panggung utama perayaan secara sentral akan berpusat di kawasan ikonik Bundaran Hotel Indonesia (HI). Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Wakil Gubernur Rano Karno dijadwalkan hadir langsung di lokasi utama tersebut untuk menyapa masyarakat dan memimpin hitung mundur.
Sementara itu, panggung-panggung perayaan yang tersebar di wilayah lain akan dipimpin langsung oleh para wali kota setempat. Delapan titik panggung tersebut membentang dari mulai kawasan Gelora Bung Karno (GBK), FX Sudirman, hingga kawasan Kota Tua yang sarat nilai sejarah.
Rano Karno juga memaparkan persiapan teknis yang sangat detail, termasuk jadwal gladi resik (GR) yang ketat. Gladi resik akan dilaksanakan pada tanggal 30 dan 31 Desember, melibatkan semua musisi dan tim teknis terkait. GR pada 30 Desember akan berlangsung sejak pagi hari hingga pukul 10 malam.
Pembatasan waktu hingga pukul 22.00 WIB pada gladi resik dilakukan untuk menghormati permintaan dari pihak hotel di sekitar Bundaran HI agar kegiatan tidak mengganggu kenyamanan tamu. Untuk memeriahkan acara puncak di Bundaran HI, sejumlah musisi nasional papan atas telah dikonfirmasi, termasuk penampilan dari band populer D’Masiv.