Cuaca Ekstrem di New York: Sungai Membeku dan Belasan Warga Tewas
Uptodai.com - Fenomena cuaca ekstrem di New York kini mencapai titik yang sangat mengkhawatirkan setelah suhu udara anjlok drastis dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi alam yang tidak menentu ini mengakibatkan sebagian besar permukaan Sungai Hudson membeku dan tertutup bongkahan es tebal.
Pemandangan kontras terlihat di sepanjang garis pantai Manhattan yang biasanya sibuk dengan lalu lintas perairan. Kini, hamparan es putih mendominasi pemandangan, menciptakan hambatan serius bagi aktivitas transportasi publik di wilayah tersebut.
Dampak Cuaca Ekstrem di New York Terhadap Transportasi
Layanan transportasi feri yang menghubungkan Manhattan dengan New Jersey mengalami gangguan signifikan akibat tumpukan es di jalur pelayaran. Beberapa rute terpaksa dibatalkan sepenuhnya demi menjaga keselamatan penumpang dan awak kapal.
Kapal-kapal yang masih beroperasi harus berjuang keras menembus lapisan es yang keras dan padat. Hal ini mengakibatkan keterlambatan jadwal hingga 20 menit lebih lama dari waktu perjalanan normal biasanya.
Wali Kota New York, Zohran Mamdani, mengonfirmasi bahwa situasi ini telah menelan korban jiwa yang cukup banyak. Sedikitnya 18 orang dilaporkan meninggal dunia akibat paparan suhu dingin yang sangat ekstrem di berbagai titik kota.
Rekor Gelombang Dingin Terlama dalam Enam Dekade
Sejak akhir Januari lalu, New York terus terkepung oleh gelombang dingin yang seolah tidak kunjung mereda. Tercatat ada 13 hari berturut-turut di mana suhu udara bertahan pada titik 0 derajat Celsius atau bahkan lebih rendah.
Para ahli meteorologi menyebut periode ini sebagai salah satu cuaca di bawah nol derajat terpanjang yang pernah dialami kota ini. Terakhir kali New York menghadapi situasi serupa adalah sekitar enam dekade yang lalu.
Pemerintah kota segera mengambil langkah cepat dengan mengumumkan status darurat Kode Biru sejak tanggal 19 Januari. Kebijakan ini bertujuan untuk memberikan perlindungan ekstra bagi warga yang rentan terhadap cuaca dingin.
Penanganan Tunawisma dan Prediksi Cuaca Mendatang
Dalam masa darurat ini, otoritas setempat melonggarkan kebijakan penerimaan di berbagai tempat penampungan tunawisma. Langkah ini diambil agar tidak ada warga yang terpaksa bermalam di jalanan saat suhu membeku.
Hingga saat ini, tercatat sekitar 1.400 orang telah ditempatkan di fasilitas penampungan darurat yang disediakan pemerintah. Petugas lapangan terus menyisir area publik untuk memastikan keselamatan seluruh warga kota yang tidak memiliki tempat tinggal tetap.
Meskipun ada prediksi bahwa suhu akan sedikit meningkat pada pekan ini, kondisinya diperkirakan masih berada di bawah rata-rata normal. Warga diimbau untuk tetap waspada dan membatasi aktivitas di luar ruangan jika tidak ada keperluan yang mendesak.