Uptodai.com - Gempa besar guncang Aceh dengan kekuatan magnitudo 5,7 pada Minggu pagi, 12 April 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa guncangan tektonik tersebut terjadi tepat pada pukul 09.40 WIB.

Masyarakat di wilayah pesisir sempat merasakan getaran yang cukup kuat saat sedang menjalani aktivitas akhir pekan. Meskipun guncangan terasa signifikan, otoritas terkait meminta warga untuk tetap tenang dan tidak panik secara berlebihan.

Detail Lokasi dan Kedalaman Gempa Simeulue

Berdasarkan data resmi dari akun X @infoBMKG, titik koordinat gempa berada pada 1.93 Lintang Utara dan 94.63 Bujur Timur. Lokasi pusat getaran ini terletak sekitar 202 kilometer ke arah barat daya Sinabang, yang merupakan ibu kota Kabupaten Simeulue.

Pusat gempa tersebut berada di kedalaman yang tergolong dangkal, yakni hanya 10 kilometer di bawah permukaan laut. Gempa dangkal seperti ini biasanya memiliki intensitas getaran yang lebih sering dirasakan oleh masyarakat di daratan terdekat.

Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut. Petugas BPBD di lapangan masih terus melakukan pemantauan intensif terhadap dampak yang mungkin timbul di wilayah terdampak.

BMKG Pastikan Tidak Ada Potensi Tsunami

Meskipun kekuatan gempa mencapai magnitudo 5,7, BMKG memastikan bahwa fenomena alam ini tidak berpotensi memicu gelombang tsunami. Kepastian tersebut memberikan rasa lega bagi warga yang tinggal di sepanjang garis pantai Aceh dan sekitarnya.

Pihak BMKG juga mengingatkan masyarakat agar selalu waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa bumi susulan dalam skala yang lebih kecil. Warga diimbau untuk menjauhi bangunan yang sudah retak atau tidak stabil guna menghindari risiko runtuhan yang membahayakan.

Informasi resmi mengenai perkembangan situasi akan terus diperbarui melalui kanal komunikasi resmi pemerintah dan aplikasi portal berita. Masyarakat diharapkan hanya mempercayai data dari sumber valid agar terhindar dari berita bohong atau hoaks yang meresahkan.

Wilayah Aceh memang dikenal sebagai daerah yang memiliki aktivitas seismik cukup tinggi karena berada di jalur pertemuan lempeng tektonik aktif. Oleh karena itu, edukasi mengenai mitigasi bencana tetap menjadi prioritas utama bagi pemerintah daerah setempat.

Kesiapsiagaan mandiri, seperti memahami jalur evakuasi dan menyiapkan tas siaga bencana, sangat disarankan bagi setiap keluarga di zona rawan. Langkah preventif ini terbukti efektif dalam meminimalisir dampak risiko saat bencana alam terjadi sewaktu-waktu.