Tiba di Kementerian Keuangan, Juda Agung Wamenkeu Merasa Nyaman
Uptodai.com - Pergantian posisi strategis di lembaga negara seringkali memunculkan dinamika baru, namun tidak demikian halnya bagi Dr. Juda Agung. Saat pertama kali menginjakkan kaki di kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebagai pejabat baru, Juda Agung Wamenkeu merasa nyaman, sebuah pernyataan yang langsung menarik perhatian publik.
Mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) tersebut mengungkapkan bahwa rasa nyaman itu bukan didasari oleh faktor materi atau fasilitas semata. Sebaliknya, hal ini muncul dari jalinan komunikasi yang sudah terajut lama antara bank sentral dan institusi fiskal negara. Koordinasi yang intensif telah menjadi santapan sehari-hari baginya selama menjabat di BI.
Juda Agung Wamenkeu Merasa Nyaman: Wajah-Wajah Familiar di Kemenkeu
Juda menjelaskan bahwa lingkungan Kemenkeu terasa sangat akrab karena ia sudah sering berinteraksi dengan para pegawainya. Selama periode 2022 hingga 2026, ia aktif terlibat dalam berbagai pertemuan koordinasi, mulai dari level pejabat eselon II hingga eselon I di kementerian tersebut.
“Wajah-wajah familiar bagi saya, karena saya sudah sering koordinasi dengan kawan-kawan di Kementerian Keuangan,” ujar Juda saat diwawancarai awak media. Ia menekankan bahwa sinergi ini bukan sekadar pertemuan formal, melainkan bagian integral dari tugasnya di Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
Koordinasi antara kebijakan fiskal yang dijalankan Kemenkeu dan kebijakan moneter yang diatur BI adalah kunci stabilitas ekonomi nasional. Oleh karena itu, bagi Juda, pembahasan mengenai fiskal dan moneter dalam kerangka KSSK bukanlah hal yang baru. Kedatangan Juda dipandang sebagai kelanjutan dari kolaborasi yang solid antar kedua lembaga penting ini.
Transisi Mulus dan Sinergi Fiskal Moneter
Juda Agung resmi mengisi kursi Wakil Menteri Keuangan menggantikan Thomas Djiwandono. Menariknya, Thomas Djiwandono bertukar posisi dengan Juda, kini menjabat sebagai Deputi Gubernur BI. Pertukaran ini memastikan transisi kepemimpinan berjalan sangat mulus dan tanpa hambatan, serta menjamin kesinambungan komunikasi strategis.
Di Kemenkeu, Juda akan bekerja bersama Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, mendampingi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Tim kepemimpinan ini dituntut untuk memiliki pemahaman mendalam mengenai tantangan ekonomi global dan domestik yang semakin kompleks, terutama dalam menjaga postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Pengalaman Juda yang luas dalam kebijakan moneter diharapkan dapat memperkuat sinergi fiskal dan moneter, terutama dalam menghadapi volatilitas pasar dan tekanan inflasi. Kemenkeu membutuhkan sosok yang cepat beradaptasi dan memahami betul mekanisme interaksi kebijakan makro, dan Juda dinilai memiliki kualifikasi tersebut.
Dengan latar belakang yang kuat di Bank Indonesia, kehadiran Juda di Kemenkeu diharapkan dapat mempererat koordinasi strategis yang vital. Hal ini penting untuk memastikan kebijakan ekonomi pemerintah berjalan sinkron, baik dari sisi pengeluaran (fiskal) maupun pengendalian uang beredar (moneter).