Jumlah Pekerja RI November 2025 Tembus 147,91 Juta
Uptodai.com - Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja merilis laporan terbaru mengenai kondisi pasar tenaga kerja nasional. Laporan tersebut menunjukkan bahwa Jumlah Pekerja RI November 2025 telah mencapai angka impresif, yakni 147,91 juta orang. Angka ini mencerminkan adanya peningkatan aktivitas ekonomi dan penyerapan tenaga kerja secara keseluruhan dalam periode triwulan ketiga menuju triwulan keempat.
Meskipun jumlah penduduk bekerja terus bertambah, struktur ketenagakerjaan Indonesia masih didominasi oleh sektor informal. Data BPS mencatat, sekitar 57,70% dari total pekerja, atau setara 85,35 juta orang, masih berstatus informal. Meskipun demikian, tren yang menarik muncul karena proporsi pekerja informal ini sedikit menyusut dibandingkan catatan Agustus 2025 yang berada di angka 57,80%.
Tren Ketenagakerjaan Nasional November 2025
Kepala BPS, Amalia Adhininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa peningkatan signifikan terjadi pada status pekerja formal. Penduduk bekerja yang berstatus buruh, karyawan, atau pegawai kini mencakup 38,81% dari total populasi pekerja. Status ini mengalami penambahan jumlah terbanyak, yaitu 625 ribu orang, dibandingkan data Agustus 2025.
Peningkatan ini sejalan dengan bertambahnya penduduk yang bergerak dalam kegiatan formal. Pekerja formal, yang mencakup buruh/karyawan/pegawai dan mereka yang berusaha dibantu buruh tetap dan dibayar, kini mencapai 62,57 juta orang. Angka ini setara dengan 42,30% dari total penduduk bekerja, menunjukkan adanya perbaikan proporsi pekerja formal dari 42,2% pada Agustus 2025.
Peningkatan Pekerja Formal Mendorong Stabilitas
Amalia menegaskan bahwa kenaikan proporsi pekerja formal menjadi 42,30% merupakan indikasi positif bagi stabilitas ekonomi rumah tangga. Status pekerjaan formal umumnya menawarkan jaminan sosial, kepastian pendapatan, dan perlindungan kerja yang lebih baik. Peningkatan ini menunjukkan upaya pemerintah dan sektor swasta dalam menciptakan lapangan kerja yang lebih terstruktur mulai membuahkan hasil.
Di sisi lain, pergerakan status pekerjaan informal menunjukkan dinamika yang beragam. Pekerja yang berstatus berusaha dibantu buruh tidak tetap mengalami penambahan cukup besar, yakni 855 ribu orang, sehingga porsinya mencapai 14,31%.
Dominasi Status Informal yang Menyusut
Meskipun status formal menunjukkan pertumbuhan yang sehat, beberapa kategori pekerjaan informal justru mengalami kontraksi. Penduduk bekerja yang berstatus berusaha sendiri, misalnya, kini setara dengan 20,61% dari total pekerja. Sayangnya, kategori ini menyusut drastis sebanyak 868 ribu orang dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.
Pekerja keluarga atau pekerja tidak dibayar juga mengalami penambahan, meski hanya 59 ribu orang, dengan porsi total 12,88%. Sementara itu, pekerja bebas di sektor non-pertanian menunjukkan kenaikan signifikan sebanyak 572 ribu orang, mencapai porsi 5,5%.
Kategori pekerja bebas di sektor pertanian juga bertambah 29 ribu orang, mencapai 4,39%. Status berusaha dibantu buruh tetap, yang merupakan bagian dari sektor formal, juga meningkat 100 ribu orang, sehingga porsinya kini mencapai 3,49%.
Tantangan Ke Depan bagi Ketenagakerjaan RI
Data BPS mengenai Jumlah Pekerja RI November 2025 ini memberikan gambaran jelas mengenai peta jalan ketenagakerjaan nasional. Meskipun dominasi informal masih terasa, penurunan porsi informal dan peningkatan jumlah pekerja formal menunjukkan adanya perbaikan struktural.
Pemerintah kini dihadapkan pada tantangan untuk terus mendorong formalisasi pekerjaan, terutama bagi mereka yang berstatus berusaha sendiri yang mengalami penurunan tajam. Perlindungan dan insentif bagi pekerja informal tetap menjadi kunci untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di masa mendatang.