Kanada Pangkas Tarif EV China, Sekutu AS Mulai Berpaling?
Uptodai.com - Pemerintah Kanada mengambil langkah mengejutkan dengan keputusan berani. Kabar terbaru menyebutkan Kanada pangkas tarif EV China secara signifikan, sebuah manuver yang berpotensi mengubah peta aliansi ekonomi global. Langkah ini bukan sekadar kebijakan perdagangan biasa, melainkan sebuah sinyal kuat bahwa sekutu tradisional Amerika Serikat (AS) mulai mengevaluasi ulang ketergantungan ekonomi mereka terhadap Washington.
Selama bertahun-tahun, ekonomi Kanada sangat bergantung pada pasar AS. Data menunjukkan bahwa 76% dari total ekspor Kanada diserap oleh Negeri Paman Sam. Ketergantungan masif ini membuat Ottawa rentan terhadap gejolak politik dan kebijakan proteksionis yang diterapkan oleh AS, terutama saat kepemimpinan Donald Trump.
Detasemen dari Washington: Mencari Mitra Dagang Baru
Di tengah ketegangan yang terus membayangi hubungan dengan AS, Kanada kini justru menunjukkan kemesraan baru dengan Beijing. China, yang notabene dianggap sebagai rival utama AS, kini menjadi tujuan diversifikasi ekonomi utama bagi Ottawa. Perdana Menteri (PM) Kanada, Mark Carney, memimpin upaya ini dengan kunjungan bersejarah ke Tiongkok.
Kunjungan Carney ke China merupakan yang pertama dilakukan oleh PM Kanada sejak tahun 2017. Ini menunjukkan upaya serius untuk membangun kembali dan memperkuat hubungan dengan mitra dagang terbesar kedua negara tersebut, setelah AS. Tujuan utamanya adalah menciptakan struktur ekonomi domestik yang lebih tahan banting dan stabil.
Tarif EV China Turun Drastis, Akses Pasar Dibuka
Puncak dari kunjungan Carney adalah tercapainya kesepakatan perdagangan awal antara Kanada dan China. Kedua negara berjanji untuk menghapus hambatan perdagangan sambil menjalin hubungan strategis baru, yang berfokus pada pemangkasan tarif untuk kendaraan listrik (EV) dan komoditas pertanian seperti kanola.
PM Carney mengumumkan bahwa Kanada akan mengizinkan masuknya hingga 49.000 EV buatan China dengan tarif yang sangat rendah, yakni hanya 6,1%. Angka ini turun drastis dibandingkan dengan tarif protektif sebesar 100% untuk EV China yang pernah diberlakukan oleh mantan PM Justin Trudeau pada tahun 2024.
Kebijakan tarif tinggi era Trudeau kala itu mengikuti sanksi serupa yang dicanangkan oleh AS. Tujuannya adalah melindungi industri EV domestik Kanada dari gempuran produk China yang mendapat subsidi negara dan mampu menawarkan harga sangat kompetitif di pasar global. Sebagai perbandingan, pada tahun 2023 saja, China telah mengekspor 41.678 unit EV ke Kanada.
Carney menegaskan bahwa kesepakatan baru ini mengembalikan situasi perdagangan ke kondisi sebelum gesekan baru-baru ini terjadi. Ia menambahkan bahwa perjanjian ini justru menjanjikan lebih banyak keuntungan strategis dan peluang investasi bagi warga Kanada.
Menarik Investasi dan Mempercepat Transisi Energi
Carney menjelaskan bahwa langkah melonggarkan bea masuk ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Kanada. Ia berpendapat bahwa agar Kanada dapat membangun sektor EV yang benar-benar kompetitif, mereka perlu belajar dari mitra inovatif seperti China, mengakses rantai pasokan mereka, dan meningkatkan permintaan lokal.
Ia menunjuk pada kemitraan yang lebih kuat dengan China dalam produksi dan penyimpanan energi bersih sebagai pendorong investasi baru. Carney memperkirakan bahwa pakta EV ini akan mendorong investasi China yang cukup besar ke sektor otomotif Kanada, menciptakan karier yang baik, dan mempercepat transisi negara menuju masa depan nol emisi (zero-emission).
Keputusan Ottawa ini secara efektif menempatkan Kanada pada jalur yang berbeda dari Washington. Saat AS semakin proteksionis terhadap China, Kanada memilih pragmatisme ekonomi. Hal ini menggarisbawahi bagaimana ketidakpastian politik di AS, khususnya potensi kembalinya kebijakan ‘America First’ ala Donald Trump, memaksa sekutu lama untuk mencari kepastian dan stabilitas di tempat lain.