Uptodai.com - Kota Culiacan, ibu kota negara bagian Sinaloa, Meksiko, kini menampilkan potret muram yang jauh dari kedamaian. Pemandangan poster orang hilang dan penemuan mayat korban eksekusi menjadi indikator nyata betapa parahnya kekerasan kartel narkoba Meksiko yang melanda wilayah tersebut. Situasi ini terus memburuk, mengubah lanskap kota menjadi zona yang dihantui ketakutan dan kriminalitas harian.

Sinaloa, yang dikenal sebagai markas besar salah satu kelompok kriminal terbesar di dunia, kini berada di bawah cengkeraman perang saudara antar geng. Meskipun pengerahan besar-besaran pasukan keamanan federal dan negara bagian telah dilakukan, gelombang kekerasan yang terkait dengan perdagangan narkoba tidak menunjukkan tanda-tanda mereda. Pemerintah kini didesak untuk mencari solusi yang lebih efektif, bukan hanya respons militer.

Data Kriminalitas Mengerikan: Rata-Rata 5 Pembunuhan Tiap Hari

Javier Llausas, Presiden organisasi masyarakat sipil Culiacan Participa, mengungkapkan data yang sangat mengkhawatirkan mengenai kondisi keamanan di sana. Menurutnya, rata-rata terjadi empat hingga lima kasus pembunuhan setiap hari di kota tersebut. Angka ini jauh melampaui rata-rata kejahatan di banyak kota besar lain di dunia, menandakan Culiacan berada dalam krisis kemanusiaan.

Selain tingginya angka pembunuhan, sekitar 18 insiden pencurian kendaraan bermotor juga tercatat setiap 24 jam. Data tersebut menunjukkan tingginya tingkat kejahatan jalanan yang sangat terorganisir. Tingginya kriminalitas ini membuat warga sipil merasa rentan, bahkan ketika berada di area publik.

Survei persepsi keamanan yang dilakukan organisasinya menunjukkan bahwa sembilan dari sepuluh penduduk Culiacan merasa tidak aman. Warga sipil mengeluhkan bahwa kehidupan semakin sulit, bahkan ketika aparat keamanan terlihat aktif melakukan operasi, penangkapan, dan penyitaan barang bukti. Kehadiran aparat justru sering kali memicu baku tembak yang membahayakan nyawa mereka.

Strategi Keamanan Presiden Meksiko Dipertanyakan

Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, baru-baru ini mengisyaratkan adanya perubahan signifikan dalam pendekatan keamanan. Sheinbaum mengindikasikan bahwa Strategi keamanan Presiden Meksiko yang baru akan menghindari konfrontasi militer langsung. Taktik ini selama ini terbukti sering memicu eskalasi kekerasan yang lebih besar dan jatuhnya korban sipil.

Sheinbaum menekankan pentingnya upaya de-eskalasi dan penggunaan operasi berbasis intelijen yang lebih terarah. Harapannya, pendekatan yang lebih halus ini dapat memutus rantai pasokan dan komando kartel tanpa harus menciptakan medan perang di tengah kota. Kebijakan anti-kekerasan ini diharapkan mampu menenangkan situasi yang sudah terlanjur panas.

Namun, muncul pertanyaan besar mengenai efektivitas strategi ini dalam meredam konflik yang sudah mengakar kuat selama bertahun-tahun. Para kritikus berpendapat bahwa selama akar masalah ekonomi, korupsi, dan struktural tidak tersentuh, perang antarkelompok kriminal akan terus berlanjut tanpa henti, terlepas dari taktik yang digunakan pemerintah.

Warga Sipil Terjebak dalam Palagan Konflik

Dampak langsung dari pertempuran yang dipicu oleh kekerasan kartel narkoba Meksiko ini sangat terasa di kehidupan sehari-hari masyarakat Culiacan. Banyak pemilik bisnis memilih untuk menutup usaha mereka lebih awal atau bahkan permanen demi menghindari risiko menjadi korban salah sasaran atau pemerasan. Aktivitas ekonomi di kota tersebut pun terhambat drastis.

Jumlah korban sipil yang tewas akibat terjebak dalam baku tembak antara geng kriminal dan polisi juga dilaporkan meningkat tajam. Beberapa korban bahkan dilaporkan tewas akibat tembakan nyasar saat operasi polisi berlangsung. Kondisi ini memperkuat persepsi warga bahwa mereka tidak lagi memiliki tempat yang aman.

Pemerintah Meksiko menelusuri awal mula konflik intens di Sinaloa ini hingga peristiwa penculikan pemimpin kartel Ismael “El Mayo” Zambada pada Juli 2024. Peristiwa tersebut memicu gejolak internal dan perebutan kekuasaan yang kini telah berlangsung selama 18 bulan. Sayangnya, perang brutal antar kelompok kriminal tersebut hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda, meninggalkan Culiacan dalam bayang-bayang ketidakpastian yang horor.