Polisi Gerebek Penggerebekan Markas Scam Sleman, Puluhan Orang Diangkut
Uptodai.com - Aparat kepolisian berhasil membongkar penggerebekan markas scam Sleman, Yogyakarta, yang diduga kuat menjalankan operasi penipuan daring berskala internasional. Aksi penggerebekan yang berlangsung dramatis pada Senin (5/1/2026) ini sontak mengejutkan warga sekitar Jalan Gito Gati, Sariharjo, lokasi berdirinya kantor misterius tersebut.
Operasi senyap tersebut dilakukan secara besar-besaran, melibatkan sejumlah mobil patroli dan truk pengangkut. Hingga hari berikutnya, Selasa (6/1/2026), bangunan yang dikenal dengan papan nama ‘Altair TS’ itu tampak sepi dan tidak menunjukkan aktivitas sama sekali, menyisakan tanda tanya besar di kalangan masyarakat setempat.
Kronologi Penggerebekan Sindikat Penipuan Online Sleman
Berdasarkan pantauan dan keterangan saksi mata di lokasi, penindakan terhadap markas Altair TS dimulai sejak siang hari. Petugas datang dengan persiapan matang, menunjukkan skala operasi yang tidak main-main.
Seorang saksi mata bernama Jesica (22) mengatakan bahwa aktivitas penggerebekan berlangsung intensif hingga menjelang sore hari. Ia menuturkan, aparat datang dengan membawa setidaknya dua truk besar, dua mobil polisi, serta beberapa unit motor.
Jesica menyaksikan sejumlah besar orang yang selama ini bekerja di kantor tersebut dibawa keluar menggunakan truk. Selain para terduga pelaku, seluruh kendaraan roda dua dan roda empat milik karyawan yang terparkir di lokasi juga turut diangkut sebagai barang bukti.
Warga lain berinisial N mengungkapkan hal serupa. Ia mengatakan polisi sudah terlihat memantau lokasi sejak siang hari, dan kondisi saat penggerebekan berlangsung cukup ramai. N membenarkan bahwa semua motor dan mobil yang biasa digunakan para pekerja telah disita oleh petugas.
Aktivitas Mencurigakan di Markas Scam Jaringan Internasional
Selama ini, kantor yang menjadi markas penggerebekan markas scam Sleman tersebut dikenal memiliki aktivitas yang sangat tertutup. Dari luar, warga hanya mengetahui bahwa tempat itu ramai oleh anak-anak muda yang disebut bekerja sebagai admin.
Jesica menuturkan, para pekerja yang sebagian besar masih berusia muda itu kerap terlihat duduk sambil memainkan ponsel. Mereka berpakaian bebas, namun aktivitas di dalam bangunan itu terkesan sangat rahasia, tidak seperti kantor pada umumnya.
Selain itu, kantor tersebut diketahui beroperasi hampir 24 jam penuh. Polisi menduga pola kerja shift yang intensif ini dilakukan untuk menjangkau korban di zona waktu berbeda, menguatkan indikasi bahwa mereka adalah bagian dari kejahatan siber jaringan internasional.
Meskipun tidak mengetahui secara pasti jenis pekerjaan di dalam, N hanya mendengar dari warga sekitar bahwa para pekerja itu bertugas sebagai customer service atau admin. Keterangan ini konsisten dengan modus operandi sindikat penipuan daring yang sering menggunakan kedok layanan pelanggan palsu.
Polisi Lakukan Pendalaman Terhadap Puluhan Terduga Pelaku
Hingga berita ini diturunkan, Polresta Yogyakarta mengonfirmasi bahwa kasus ini masih dalam tahap pendalaman mendalam. Meskipun belum merinci jumlah pasti orang yang diamankan, warga sekitar memperkirakan puluhan orang telah dibawa oleh petugas.
Fokus utama penyelidikan saat ini adalah mengungkap peran spesifik dari setiap individu yang diamankan, serta memetakan struktur dan jaringan yang mengendalikan operasi penipuan ini. Polisi berupaya keras untuk menelusuri bagaimana sindikat ini beroperasi dan siapa dalang di balik markas Altair TS.
Pengungkapan markas ini menjadi langkah penting dalam memerangi kejahatan siber di Indonesia. Pihak berwenang akan terus berkoordinasi untuk membongkar tuntas semua aset dan jaringan yang terkait dengan dugaan penipuan daring internasional yang berpusat di Sleman ini.