Uptodai.com - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengumumkan rencana ambisius pemerintah untuk membangun sebuah gedung pencakar langit di kawasan pusat ibu kota. Gedung setinggi 40 lantai MUI Bundaran HI tersebut dipersiapkan secara khusus untuk menjadi pusat aktivitas Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan berbagai lembaga keagamaan lainnya.

Pengumuman penting ini disampaikan langsung oleh Prabowo saat menghadiri acara Munajat Bangsa dan Pengukuhan Pengurus MUI di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, pada Sabtu (7/2/2026). Rencana ini menandai komitmen pemerintah dalam menyediakan fasilitas representatif bagi institusi-institusi keumatan.

Detail Rencana Pembangunan 40 Lantai MUI

Prabowo menegaskan bahwa lahan strategis yang telah disiapkan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi kantor pusat MUI semata. Fasilitas modern ini juga akan menampung Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), serta menyediakan ruang kerja yang memadai bagi berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam yang membutuhkan lokasi di jantung kota.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo sempat berkelakar mengenai besaran proyek tersebut. Ia menyerahkan sepenuhnya detail teknis pembangunan kepada Menteri Agama, Nasaruddin Umar, namun menyebutkan target ketinggian yang fantastis.

“Termasuk ormas-ormas Islam yang membutuhkan ruangan, kita akan bangun gedung. Terserah Menteri Agama, berapa puluh lantai. Rencananya berapa? 40 lantai,” ujar Prabowo, mengutip pernyataan yang viral pada Minggu (8/2/2026).

Langkah pembangunan gedung ini berawal dari permintaan yang diajukan oleh Menteri Agama, yang juga menjabat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal. Menurut Prabowo, Nasaruddin Umar menyampaikan keresahan bahwa hingga kini kantor pusat MUI belum dikenal luas oleh masyarakat, bahkan lokasinya cenderung sulit ditemukan.

Alasan Memilih Lokasi Strategis Bundaran HI

Kondisi kurang representatifnya kantor pusat institusi keagamaan saat ini menjadi alasan utama pemerintah menyiapkan fasilitas baru yang monumental. Prabowo menekankan bahwa kantor institusi Islam harus ditempatkan di kawasan yang paling strategis di pusat ibu kota, yaitu dekat Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Presiden menilai kawasan Bundaran HI tidak seharusnya didominasi hanya oleh hotel mewah, pusat perbelanjaan, dan menara perkantoran komersial semata. Kehadiran gedung lembaga umat Islam di jantung Jakarta akan mencerminkan keseimbangan fungsi kawasan, serta menegaskan peran sentral institusi keagamaan dalam ruang publik nasional.

Pembangunan gedung 40 lantai MUI Bundaran HI diharapkan menjadi simbol nyata peran strategis institusi keagamaan. Bangunan ini tidak hanya berfungsi sebagai kantor, tetapi juga sebagai representasi visual dari kekuatan dan kontribusi umat Islam terhadap pembangunan bangsa.

Sinergi Ulama dan Umara sebagai Kunci Keutuhan Bangsa

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyoroti pentingnya persatuan antara ulama dan umara (pemimpin negara). Ia menilai sinergi yang kuat antara kedua elemen tersebut menjadi kunci utama untuk menjaga keselamatan dan keutuhan bangsa Indonesia.

Pesan persatuan ini sejalan dengan tema besar doa bersama yang digelar di Masjid Istiqlal, yang berfokus pada keselamatan dan kemajuan negara. Prabowo meyakini bahwa dengan dukungan penuh dari para ulama dan ormas Islam, program-program pembangunan nasional dapat berjalan dengan lancar dan mencapai sasaran yang diinginkan.

Rencana pembangunan gedung ini kini menunggu tindak lanjut teknis dari Kementerian Agama dan pihak terkait. Masyarakat menantikan realisasi proyek ambisius ini yang diprediksi akan mengubah lanskap pusat Jakarta dan memberikan citra baru bagi lembaga keagamaan nasional.