Uptodai.com - Mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Dino Patti Djalal, membeberkan pandangannya mengenai inisiatif Board of Peace yang diusung oleh Presiden terpilih, Prabowo Subianto Board of Peace. Menurut Dino, Prabowo menunjukkan sikap yang sangat realistis dan hati-hati dalam menentukan ekspektasi terhadap dewan perdamaian tersebut.

Diskusi yang terjadi dalam pertemuan antara Prabowo dan Dino berlangsung sangat terbuka dan konstruktif. Tidak ada batasan topik yang dibahas, termasuk mengenai risiko terbesar, skenario terburuk, hingga potensi dampak negatif yang mungkin dihadapi Indonesia ke depan.

Prabowo Mengakui Risiko Besar dan Pengaruh AS-Israel

Dino Patti Djalal menilai Prabowo Subianto menyadari betul besarnya risiko yang mengintai dalam keanggotaan Indonesia di Board of Peace. Salah satu risiko utama yang diidentifikasi adalah kuatnya pengaruh Israel terhadap kebijakan Amerika Serikat (AS), yang merupakan salah satu aktor kunci dalam dewan tersebut.

Prabowo memahami bahwa dinamika geopolitik global, terutama di Timur Tengah, sangat kompleks. Oleh karena itu, langkah-langkah yang diambil harus diperhitungkan dengan cermat agar tidak merugikan kepentingan nasional Indonesia.

Meskipun demikian, Prabowo meyakini bahwa pengaruh besar tersebut masih dapat diimbangi dengan strategi yang tepat. Strategi tersebut berfokus pada pembangunan kekompakan yang solid bersama negara-negara Islam lain yang tergabung dalam Board of Peace.

Kekuatan Kolektif Negara-negara Islam Jadi Kunci

Prabowo Subianto menekankan pentingnya menjaga persatuan di antara negara-negara mayoritas Muslim. Kekuatan kolektif ini dianggap mampu meningkatkan daya tawar Indonesia di forum internasional.

Dino menjelaskan, jika daya tawar Indonesia secara individu tidak terlalu besar, kekuatannya akan berlipat ganda karena selalu menjaga kekompakan dengan negara-negara seperti Arab Saudi, Turki, Mesir, dan Yordania. Dengan pendekatan ini, Prabowo menunjukkan sikap realistis yang mengakui adanya risiko, tetapi juga menyiapkan mitigasi yang terukur.

Fokus pada persatuan negara-negara Islam ini menjadi penyeimbang strategis terhadap potensi tekanan dari pihak-pihak yang memiliki agenda berbeda dalam dewan perdamaian tersebut. Ini adalah langkah diplomatik yang sangat diperhitungkan.

Ketegasan Indonesia: Prinsip di Atas Organisasi

Selain fokus pada mitigasi risiko, Prabowo juga secara tegas menyoroti pentingnya sikap kehati-hatian dalam mengikuti setiap perkembangan Board of Peace. Sikap ini memastikan bahwa Indonesia tidak terjebak dalam keputusan yang bertentangan dengan prinsip dasar politik luar negeri bebas aktif.

Prabowo bahkan berulang kali menegaskan bahwa Indonesia tidak akan ragu untuk keluar dari organisasi tersebut. Keputusan drastis ini akan diambil jika langkah-langkah yang ditempuh oleh Board of Peace dinilai bertentangan dengan prinsip dan kepentingan nasional Indonesia.

Penekanan ini merupakan penegasan yang sangat diapresiasi oleh Dino Patti Djalal dan timnya. Ini menunjukkan komitmen kuat Prabowo untuk memprioritaskan kedaulatan dan kepentingan rakyat Indonesia di atas segalanya, bahkan jika negara lain memilih untuk tetap bertahan dalam dewan tersebut.

Dino mengungkapkan rasa terkejutnya karena suasana diskusi berjalan sangat terbuka, candid, dan dua arah. Semua masukan, kritik, dan analisis risiko ditampung dan direspons langsung oleh Presiden terpilih.

“Saya surprise karena suasananya totally open. Diskusinya tidak satu arah, sangat terbuka, penuh dengan masukan, kritik, risiko, dan semua itu ditampung dan direspons langsung oleh Presiden,” tutup Dino, menggarisbawahi profesionalisme dan keseriusan Prabowo Subianto Board of Peace dalam menyikapi isu-isu strategis global.