Uptodai.com - Kabar gembira datang dari sektor pertambangan nasional. PT Merdeka Gold Resources Tbk (MGR) semakin mendekati target Produksi Emas Tambang Pani setelah secara resmi memulai proses irigasi heap leach.

Langkah krusial ini menandakan kesiapan fasilitas utama untuk memproses bijih emas, sesuai jadwal yang telah ditetapkan perusahaan. Proyek raksasa yang berlokasi di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, ini memang menjadi sorotan utama industri pertambangan Indonesia.

Seluruh tahapan komisioning fasilitas pendukung telah rampung. Hal ini memastikan aliran proses dapat berjalan mulus dan target produksi emas perdana dapat tercapai sesuai rencana pada kuartal I tahun ini.

Proses Kritis Menuju Emas Dore

Dalam skema heap leach, bijih emas yang sudah dihancurkan akan ditumpuk di atas bantalan khusus atau heap leach pad. Tumpukan bijih tersebut kemudian dialiri larutan kimia tertentu yang berfungsi melarutkan kandungan emas dan perak dari batuan.

Proses ini sangat efisien dan menjadi tahapan awal yang penting dalam ekstraksi logam mulia. Larutan kaya logam berharga yang dihasilkan, dikenal sebagai pregnant leach solution, selanjutnya dialirkan menuju Pabrik ADR (Adsorption, Desorption, and Recovery).

Di pabrik inilah terjadi proses ekstraksi dan pemurnian yang menghasilkan produk akhir berupa dore bullion, yaitu emas dan perak batangan. Fasilitas ADR PGM sendiri dilaporkan telah menyelesaikan komisioning dan siap beroperasi penuh memproses larutan hasil irigasi.

Dampak Ekonomi dan Akselerasi Produksi

Presiden Direktur PT Merdeka Gold Resources Tbk, Boyke Poerbaya Abidin, menegaskan bahwa dimulainya irigasi heap leach memperkuat keyakinan perusahaan. Pihaknya memastikan produksi emas perdana Tambang Emas Pani akan terealisasi tepat waktu pada kuartal I tahun ini.

Boyke menambahkan, proyek ini tidak hanya berfokus pada peningkatan nilai jangka panjang bagi para investor. Lebih dari itu, operasi tambang diharapkan memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan regional.

Kontribusi tersebut mencakup peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), penciptaan ribuan lapangan kerja baru, serta pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal di Kabupaten Pohuwato. Dengan demikian, proyek ini menjadi pendorong utama ekonomi di kawasan tersebut.

Pengembangan Fasilitas CIL dan Skala Deposit

Seiring optimalisasi operasi heap leach, Perseroan juga memacu konstruksi fasilitas pengolahan Carbon-in-Leach (CIL). Fasilitas CIL ini memiliki kapasitas terpasang hingga 12 juta ton bijih per tahun.

Awalnya, fasilitas CIL ditargetkan rampung pada tahun 2027. Namun, perusahaan memutuskan untuk mengakselerasi penyelesaiannya menjadi tahun 2026. Percepatan ini bertujuan mendukung peningkatan kapasitas produksi emas PGM secara drastis dalam jangka menengah hingga panjang.

Tambang Emas Pani dikenal memiliki cadangan bijih yang luar biasa besar. Cadangan Bijih Emas (Ore Reserve) tercatat sekitar 4,8 juta ounces emas. Sementara itu, Perkiraan Sumber Daya Mineral (Mineral Resource Estimate) menembus angka lebih dari 7 juta ounces emas.

Dengan skala deposit yang masif tersebut, Pani Gold Mine menempati posisi strategis sebagai salah satu tambang dengan deposit emas primer terbesar di Indonesia. Optimalisasi operasi heap leach dan pengembangan fasilitas CIL berpotensi menghasilkan lebih dari 500.000 ounce emas per tahun pada puncak produksi, menjadikannya tambang emas terbesar di Asia Pasifik.