Profil Ali Larijani Iran: Tokoh Nuklir yang Tewas dalam Serangan
Uptodai.com - Profil Ali Larijani Iran menjadi sorotan dunia internasional setelah kabar kematiannya mencuat di tengah eskalasi konflik yang memanas di kawasan Timur Tengah. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, telah mengonfirmasi bahwa tokoh senior tersebut tewas dalam sebuah serangan udara yang terjadi pada Selasa malam. Kabar ini pertama kali disiarkan oleh Aljazeera pada Rabu (18/3/2026) dan langsung memicu reaksi keras dari berbagai pihak.
Kematian ini mengejutkan banyak pengamat politik mengingat posisi strategis Larijani dalam peta kekuatan Teheran selama beberapa dekade terakhir. Ia terakhir kali terlihat di hadapan publik saat mengikuti parade Hari Al-Quds pada Jumat pekan lalu dengan pengawalan yang sangat ketat. Kehadirannya di acara tersebut seolah menjadi pesan terakhir bagi para pendukungnya di tengah situasi negara yang sedang genting.
Peran Strategis Ali Larijani dalam Pemerintahan Iran
Ali Larijani bukan sekadar politisi biasa, melainkan pilar penting dalam Profil Ali Larijani Iran yang dikenal sebagai arsitek strategi pertahanan negara. Sejak revolusi 1979, ia telah mendedikasikan dirinya di pusat respons sistem pemerintahan untuk menghadapi berbagai krisis nasional yang mengancam kedaulatan. Pengalamannya yang panjang membuat ia menjadi sosok yang sangat diandalkan oleh para pemimpin tertinggi di Iran.
Pasca pembunuhan pemimpin tertinggi Khamenei, Larijani memegang mandat besar dalam dewan transisi yang menjalankan roda pemerintahan sementara. Ia bertugas memastikan stabilitas politik tetap terjaga di tengah guncangan internal dan tekanan militer dari pihak asing. Perannya dalam dewan transisi ini membuktikan betapa besarnya kepercayaan elit politik Iran terhadap kapasitas kepemimpinannya.
Lahir pada 3 Juni 1958, Larijani tumbuh dalam lingkungan yang sangat kental dengan nilai-nilai perjuangan dan politik Islam. Ia memahami betul bagaimana mengelola ketegangan antara diplomasi internasional dengan kepentingan ideologi domestik. Hal inilah yang membuatnya tetap relevan di pemerintahan meskipun peta politik Iran terus mengalami pergeseran dinamis selama bertahun-tahun.
Rekam Jejak sebagai Negosiator Nuklir dan Diplomat Ulung
Dunia internasional mulai mengenal luas Profil Ali Larijani Iran saat ia menjabat sebagai Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi. Pada tahun 2005, ia memimpin tim negosiator nuklir Iran dalam berbagai perundingan krusial dengan kekuatan Barat. Ketegasannya dalam mempertahankan hak energi nuklir negaranya membuat ia disegani sekaligus diwaspadai oleh para diplomat dari Amerika Serikat dan Eropa.
Meskipun ia sempat mengalami kegagalan dalam pencalonan presiden pada putaran kedua tahun 2005, pengaruh politiknya tidak pernah benar-benar pudar. Ia tetap berada di lingkaran utama pengambilan keputusan strategis, terutama yang berkaitan dengan kebijakan luar negeri dan pertahanan. Larijani mampu menjembatani kepentingan berbagai faksi politik di Iran demi satu tujuan nasional yang lebih besar.
Silsilah Keluarga Elit dan Ancaman Terakhir untuk Israel
Kekuatan politik Larijani juga berakar kuat dari latar belakang keluarganya yang merupakan bagian dari elit tradisional Republik Islam tersebut. Ayahnya, Mirza Hashem Amoli, merupakan seorang cendekiawan agama terkemuka yang memiliki pengaruh luas di kalangan ulama besar. Selain itu, saudara-saudara laki-lakinya juga menduduki berbagai posisi kunci di lembaga yudikatif dan legislatif Iran.
Hubungan kekuasaannya semakin kokoh setelah ia menikahi Farideh Motahari, yang merupakan putri dari Morteza Motahhari. Mertuanya adalah orang kepercayaan utama pendiri Republik Islam Iran, Ruhollah Khomeini, yang memberikan legitimasi moral kuat bagi posisi Larijani. Koneksi keluarga ini membuat klan Larijani menjadi salah satu keluarga paling berpengaruh dalam sejarah modern Iran.
Sebelum tewas dalam serangan tersebut, Larijani sempat memberikan pidato yang sangat berapi-api pada awal Maret lalu untuk membakar semangat rakyat. Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat dan Israel akan menyesali segala tindakan agresif yang mereka lakukan terhadap bangsa Iran. Kalimatnya yang menyebut akan “membakar hati para penjahat Zionis” kini menjadi warisan terakhir dari retorika perlawanannya.
Gugurnya Pimpinan Basij dalam Serangan yang Sama
Insiden serangan mematikan tersebut ternyata tidak hanya merenggut nyawa Larijani, tetapi juga menyasar tokoh militer penting lainnya. Brigadir Jenderal Gholamreza Soleimani dilaporkan ikut tewas dalam operasi militer yang sama di lokasi kejadian. Soleimani dikenal sebagai komandan tertinggi pasukan paramiliter Basij yang memiliki jutaan anggota di seluruh pelosok Iran.
Kehilangan dua tokoh besar sekaligus, yakni seorang diplomat strategi dan seorang pimpinan paramiliter, menjadi pukulan telak bagi struktur pertahanan Iran. Basij sendiri merupakan kekuatan kunci dalam menjaga keamanan internal serta mobilisasi massa di bawah komando Garda Revolusi. Kini, Teheran harus menghadapi tantangan besar untuk mengisi kekosongan kepemimpinan di tengah ancaman perang yang semakin nyata.