Uptodai.com - Pemerintah melalui BPI Danantara terus mempercepat realisasi proyek hilirisasi strategis Danantara dengan menjadwalkan agenda peletakan batu pertama atau groundbreaking besar-besaran pekan depan. Langkah taktis ini merupakan bagian dari rangkaian panjang transformasi ekonomi nasional untuk meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri secara signifikan.

COO BPI Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa setidaknya ada 10 proyek baru yang akan segera memasuki tahap konstruksi fisik dalam waktu dekat. Proyek-proyek tersebut menjadi kelanjutan dari komitmen pemerintah dalam memperkuat struktur industri nasional, mulai dari sektor mineral hingga energi terbarukan.

Target Investasi Proyek Hilirisasi Strategis Danantara Mencapai Rp 500 Triliun

Secara keseluruhan, lembaga pengelola investasi ini menargetkan sebanyak 21 proyek strategis dapat tuntas atau mulai berjalan sepanjang tahun 2026. Total nilai investasi yang dikucurkan untuk seluruh rangkaian proyek ini diperkirakan menembus angka fantastis, yakni hampir mencapai Rp 500 triliun.

Dony membeberkan bahwa besarnya angka investasi tersebut akan memberikan dampak yang sangat luas bagi stabilitas ekonomi makro Indonesia. Pemerintah optimistis bahwa suntikan modal sebesar ini mampu menjadi mesin penggerak utama bagi target pertumbuhan ekonomi nasional 2026 yang lebih inklusif.

Sebelumnya, Danantara telah sukses meresmikan groundbreaking untuk enam proyek hilirisasi pada berbagai sektor krusial di tanah air. Beberapa di antaranya mencakup pembangunan smelter bauksit alumina di Mempawah yang diproyeksikan menjadi pilar industri logam nasional.

Fokus pada Swasembada Pangan dan Kemandirian Energi

Selain sektor mineral, pemerintah juga memberikan perhatian besar pada pengembangan energi hijau seperti biofuel, bioavtur, hingga bioethanol. Sektor pangan pun tidak luput dari perhatian dengan adanya proyek hilirisasi di bidang poultry atau perunggasan yang telah dimulai lebih awal.

Dony Oskaria menegaskan bahwa investasi besar-besaran ini bukan sekadar mengejar angka pertumbuhan di atas kertas semata. Pemerintah menargetkan adanya penyerapan tenaga kerja dalam jumlah yang sangat signifikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat luas di berbagai daerah.

Melalui penguatan industri hilir ini, Indonesia diharapkan mampu mempercepat pencapaian swasembada pangan serta memperkokoh kemandirian energi nasional. Kehadiran pabrik-pabrik pengolahan baru akan mengurangi ketergantungan terhadap produk impor dan meningkatkan daya saing ekspor produk jadi.

Pernyataan strategis ini disampaikan Dony dalam forum CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 yang berlangsung di Hotel Kempinski, Jakarta. Momentum ini sekaligus menjadi sinyal positif bagi para investor global mengenai keseriusan Indonesia dalam membangun ekosistem industri yang berkelanjutan dan kompetitif.