Purbaya Rombak Jajaran Ditjen Pajak Minggu Ini, Amankan Fiskal Negara
Uptodai.com - Kementerian Keuangan bersiap menghadapi gelombang reformasi baru di sektor perpajakan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan bahwa Purbaya rombak jajaran Ditjen Pajak akan segera dilaksanakan pada minggu ini. Langkah tegas ini diambil setelah sebelumnya Purbaya sukses melakukan perombakan besar di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Keputusan strategis ini merupakan bagian integral dari upaya Purbaya untuk memperkuat fondasi fiskal negara. Ia berpendapat bahwa perbaikan menyeluruh pada kinerja penerimaan pajak adalah kunci utama menjaga stabilitas keuangan di tengah kebutuhan belanja negara yang masif.
Purbaya Targetkan Perbaikan Kinerja Penerimaan Pajak
Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa fokus utama dari perombakan ini adalah menutup celah kebocoran penerimaan negara. Menurutnya, kerugian yang terjadi selama ini harus segera diatasi agar target pendapatan negara dapat tercapai optimal. Kebocoran penerimaan, baik di Bea Cukai maupun di Ditjen Pajak, menjadi ancaman serius bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Kemarin kan saya sudah tuh obrak-abrik bea cukai, minggu depan pajak,” ujar Purbaya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Senin (2/2/2026). Ia optimistis bahwa dengan perbaikan yang dilakukan secara langsung dan cepat, kinerja penerimaan negara akan membaik signifikan dalam waktu dekat.
Purbaya menegaskan bahwa pengamanan penerimaan negara sangat vital, terutama untuk menopang defisit anggaran dan memenuhi kebutuhan besar belanja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Angka penerimaan yang tinggi menjadi prasyarat mutlak untuk menjalankan program-program prioritas nasional.
Strategi Internal untuk Mengamankan Penerimaan Negara
Berbeda dengan spekulasi yang mungkin muncul, Purbaya memastikan bahwa pengganti pejabat tinggi di lingkungan Ditjen Pajak tidak akan diambil dari pihak eksternal. Keputusan ini didasarkan pada pertimbangan teknis dan operasional yang mendalam. Pejabat dari luar dikhawatirkan tidak memiliki pemahaman teknis yang memadai mengenai seluk-beluk operasional harian Ditjen Pajak, yang justru dapat menimbulkan masalah baru.
Oleh karena itu, strategi yang dipilih adalah mengangkat pegawai muda yang berpotensi atau melakukan tukar posisi jabatan antar pejabat internal. Pendekatan ini bertujuan untuk menyegarkan struktur organisasi tanpa mengorbankan keahlian teknis yang sudah dimiliki. Pegawai internal dianggap lebih memahami sistem dan tantangan yang ada, sehingga transisi reformasi dapat berjalan mulus.
“Bea cukai dan pajak saya tangani langsung karena itu penting buat penerimaan tahun ini dan untuk menekan defisit anggaran kita,” tegasnya, menunjukkan komitmen penuh terhadap dua instansi penerimaan negara tersebut.
Dana Hasil Reformasi untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Purbaya juga menekankan bahwa perbaikan kinerja penerimaan pajak ini memiliki dampak berantai yang positif terhadap perekonomian nasional. Uang yang berhasil diamankan dari penutupan celah kebocoran akan dialokasikan kembali untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Dana tersebut akan dimanfaatkan secara strategis untuk program-program pembangunan yang menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya beli masyarakat.
Dengan demikian, masyarakat tidak perlu khawatir mengenai stabilitas fiskal negara ke depan. Purbaya menjamin bahwa reformasi ini tidak hanya bersifat korektif terhadap sistem internal, tetapi juga berfungsi sebagai katalisator pertumbuhan. “Dan uang yang diperoleh akan dipakai untuk membangun pertumbuhan ekonomi. Menciptakan pertumbuhan ekonomi. Jadi gak usah takut,” tutup Purbaya.