Uptodai.com - Keputusan mengejutkan mengenai Said Iqbal masuk lingkaran Istana kini memicu berbagai reaksi dari kalangan serikat pekerja di tanah air. Ketua Umum Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), Ilhamsyah, menilai langkah ini sebagai babak baru dalam sejarah perjuangan kelas pekerja. Selama ini, gerakan buruh di Indonesia cenderung mengambil posisi di luar sistem pemerintahan untuk menyuarakan kritik keras secara independen.

Menurut Ilhamsyah, kehadiran perwakilan buruh di dalam sistem pengambilan keputusan seharusnya dapat memengaruhi kebijakan negara agar menjadi lebih berpihak kepada rakyat kecil. Ia berharap penunjukan ini mampu meminimalkan konflik industrial yang sering kali merugikan para pekerja di lapangan. Namun, ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan posisi baru ini hanya bisa diukur dari perubahan nyata yang dirasakan langsung oleh buruh.

Tantangan Hubungan Buruh dan Pemerintah

Hubungan antara serikat buruh dan pemerintah Indonesia memang kerap diwarnai ketegangan pasca-pengesahan regulasi kontroversial seperti Undang-Undang Cipta Kerja yang dinilai merugikan. Banyak pengamat menilai masuknya tokoh buruh ke dalam pemerintahan berisiko melemahkan daya kritis gerakan akar rumput yang selama ini konsisten turun ke jalan. Oleh sebab itu, langkah kooperatif ini dipandang sebagai perjudian politik yang akan menguji konsistensi perjuangan hak-hak pekerja di tingkat nasional.

Di sisi lain, kehadiran representasi formal di Istana diharapkan mampu memangkas birokrasi komunikasi yang selama ini menyumbat aspirasi kaum pekerja. Pemerintahan baru di bawah Presiden Prabowo Subianto tampaknya ingin menunjukkan komitmen kuat dalam merangkul semua elemen, termasuk kelompok buruh yang sering berseberangan. Dengan adanya penasihat khusus, formulasi kebijakan upah minimum dan jaminan sosial diharapkan dapat dirumuskan secara lebih transparan dan berkeadilan bagi semua pihak.

Langkah akomodatif ini juga menjadi sorotan internasional karena Indonesia sedang berupaya meningkatkan standar ketenagakerjaan demi menarik investasi asing berkualitas. Keberhasilan Said Iqbal dalam posisi barunya ini akan menjadi preseden penting bagi masa depan gerakan buruh di Asia Tenggara. Publik kini menanti apakah kolaborasi ini akan melahirkan regulasi yang progresif atau justru menjadi alat kooptasi politik semata.

Realisasi Janji Politik May Day

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa penunjukan ini merupakan realisasi dari janji politik Presiden Prabowo saat menghadiri perayaan May Day 2025 di Monas. Saat itu, pemerintah berkomitmen membentuk Dewan Kesejahteraan Buruh guna meningkatkan taraf hidup pekerja secara nasional. Said Iqbal resmi dilantik sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh di Istana Negara, Jakarta.