5 SPBU di Ukraina Hancur Lebur Akibat Serangan Drone Rusia
Uptodai.com - Serangan drone Rusia di Ukraina kembali meningkat dan menyasar berbagai infrastruktur vital milik warga sipil di wilayah konflik. Dalam insiden terbaru di wilayah Dnipropetrovsk, sebanyak lima Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dilaporkan hancur lebur hingga hanya menyisakan kerangka besi. Serangan udara yang menggunakan pesawat tak berawak tersebut merenggut nyawa seorang wanita dan melukai tiga orang lainnya, termasuk seorang ibu hamil.
Gubernur Dnipropetrovsk, Oleksandr Hanzha, mengonfirmasi bahwa seluruh fasilitas pengisian bahan bakar yang menjadi sasaran mengalami kerusakan struktural yang sangat parah. Kobaran api besar sempat membubung tinggi di beberapa titik lokasi ledakan sebelum akhirnya berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran setempat. Tidak hanya di Dnipropetrovsk, dalam kurun waktu 24 jam terakhir, militer Rusia juga dilaporkan membombardir empat SPBU lain di wilayah Chernihiv, Ukraina utara.
Siasat Rusia Targetkan Jalur Logistik Sipil
Otoritas keamanan Ukraina mencatat adanya tren peningkatan serangan yang secara spesifik menyasar fasilitas bahan bakar sipil dalam beberapa pekan terakhir. Wilayah-wilayah perbatasan seperti Zaporizhzhia, Sumy, Kharkiv, dan Dnipropetrovsk kini hampir setiap hari menghadapi ancaman teror udara ini. Taktik ini diduga kuat sengaja dirancang untuk melumpuhkan mobilitas masyarakat dan menciptakan kepanikan massal di tengah situasi perang yang berkepanjangan.
Penasihat Menteri Pertahanan Ukraina, Serhiy Beskrestnov, menegaskan bahwa SPBU sipil yang diserang sama sekali tidak memiliki fungsi militer atau memasok kebutuhan tentara. Tindakan destruktif ini dinilai sebagai aksi balas dendam Rusia atas keberhasilan Ukraina yang sebelumnya berhasil mengacaukan jalur logistik militer Moskow. Dampak dari kehancuran ini sangat dirasakan oleh warga lokal yang kini kesulitan mendapatkan akses bahan bakar untuk kebutuhan harian, termasuk untuk ambulans dan armada penyelamat.
Tragedi Berdarah Bus Penumpang di Kherson
Selain menyasar stasiun pengisian bahan bakar, kebrutalan serangan udara ini juga menyasar moda transportasi publik di Kota Kherson. Sebuah bus penumpang yang sedang mengangkut warga sipil dihantam bom dari pesawat tanpa awak pada Rabu pagi waktu setempat. Gubernur Kherson, Oleksandr Prokudin, mengumumkan bahwa serangan keji tersebut menewaskan dua orang penumpang dan mencederai sembilan warga lainnya.
Komunitas internasional terus mengecam keras penargetan infrastruktur non-militer yang jelas-jelas melanggar hukum humaniter internasional. Kehilangan akses energi dan transportasi publik semakin memperburuk krisis kemanusiaan yang sedang dihadapi oleh jutaan rakyat Ukraina saat ini. Di tengah tekanan global, intensitas gempuran udara Rusia tampaknya belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda dalam waktu dekat.