Uptodai.com - Malam pergantian tahun baru yang seharusnya penuh sukacita berubah menjadi tragedi berdarah di Filipina selatan. Sebuah serangan granat pesta tahun baru terjadi tak lama setelah lonceng berdentang tengah malam, menyebabkan kepanikan massal di kalangan warga.

Insiden mengerikan ini dilaporkan terjadi di Barangay Dalapitan, wilayah Matalam, ketika kerumunan warga sedang menikmati momen perayaan. Pihak berwenang segera tiba di lokasi untuk mengamankan area kejadian dan mengevakuasi para korban. Meskipun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, serangan mendadak tersebut melukai total 22 orang.

Detik-detik Mencekam Pelemparan Granat Perayaan Tahun Baru

Menurut keterangan saksi mata yang berhasil dihimpun Kepolisian Matalam, insiden tersebut terjadi tepat setelah pukul 00:00 waktu setempat. Kerumunan warga sedang berkumpul di jalanan ketika serangan itu dilancarkan.

Dua orang tak dikenal (OTK) yang berboncengan menggunakan sepeda motor melaju cepat melintasi kerumunan pesta. Mereka kemudian melemparkan bahan peledak ke arah warga yang sedang berkumpul merayakan datangnya tahun baru. Aksi cepat dan brutal ini membuat warga tidak sempat menyelamatkan diri.

Kepolisian setempat meyakini bahwa senjata yang digunakan dalam serangan itu adalah granat tangan. Keyakinan ini didasarkan pada temuan serpihan tajam atau shrapnel yang tersebar luas di lokasi kejadian. Serpihan tersebut menjadi bukti kunci untuk memperkuat dugaan jenis senjata yang digunakan pelaku dalam serangan granat pesta tahun baru.

Reaksi Keras Pemerintah Daerah Terkait Insiden Kekerasan Cotabato

Gubernur Cotabato, Emmylou Mendoza, langsung mengeluarkan pernyataan resmi mengutuk keras serangan teror ini. Mendoza menegaskan bahwa tindakan kekerasan, apalagi yang menargetkan warga sipil, tidak memiliki tempat sama sekali di wilayahnya.

“Kekerasan tidak punya tempat di provinsi ini,” tegas Mendoza dalam pernyataan resminya, sembari menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah yang menimpa para korban. Pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat untuk memberikan dukungan penuh kepada seluruh korban terdampak.

Bantuan medis dan dukungan psikologis menjadi prioritas utama bagi korban granat Matalam Filipina. Selain itu, Mendoza telah menginstruksikan aparat kepolisian agar segera bertindak cepat menangkap para pelaku. Aparat diminta menyeret kedua pelaku ke pengadilan demi memberikan keadilan bagi para korban.

Penyelidikan Intensif dan Konteks Keamanan Regional

Saat ini, tim penyidik Kepolisian Matalam fokus mendalami rekaman CCTV dari area sekitar lokasi kejadian. Perekaman visual tersebut sangat penting untuk mengidentifikasi ciri-ciri kedua pelaku dan melacak rute pelarian mereka. Proses pengejaran intensif sedang dilakukan untuk mengungkap motif di balik serangan yang sangat keji ini.

Serangan granat ini kembali menyoroti isu keamanan yang kompleks di wilayah selatan Filipina. Area tersebut memang dikenal sebagai daerah yang memerlukan perhatian khusus otoritas keamanan. Aktivitas kelompok bersenjata atau konflik lokal sering kali memicu insiden kekerasan serupa, terutama saat momen-momen besar seperti perayaan Natal dan Tahun Baru.

Otoritas keamanan setempat terus berupaya meningkatkan patroli dan pengawasan, namun insiden ini membuktikan bahwa ancaman keamanan masih sangat nyata. Pemerintah berharap penangkapan cepat terhadap pelaku dapat meredakan ketegangan dan mengembalikan rasa aman di tengah masyarakat Cotabato.