Uptodai.com - Aksi Teror Berlin Pride yang berdarah mengguncang ibu kota Jerman setelah sebuah van putih melaju kencang menerjang kerumunan massa di dekat taman Tiergarten. Insiden tragis yang terjadi tidak jauh dari Gerbang Brandenburg tersebut menyebabkan satu orang tewas dan 17 orang lainnya mengalami luka-luka. Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa beberapa korban saat ini berada dalam kondisi kritis di rumah sakit.

Menteri Dalam Negeri Jerman, Alexander Dobrindt, mengindikasikan bahwa tragedi ini diduga kuat merupakan ulah kelompok radikal Islamis. Terduga pelaku diketahui memiliki rekam jejak kriminalitas berulang dan telah terindikasi mengalami proses radikalisasi. Saat ini, kepolisian setempat tengah melakukan perburuan intensif untuk menangkap pengemudi yang melarikan diri dari lokasi kejadian.

Tudingan Kelompok Radikal dan Respons Pemerintah

Dalam konferensi pers resmi, Dobrindt menegaskan bahwa pemerintah federal telah memberi pengarahan kepada seluruh 16 negara bagian di Jerman. Langkah ini diambil untuk mendorong peninjauan ulang prosedur keamanan pada setiap acara publik berskala besar. Pemerintah mengkhawatirkan aksi nekat ini dapat memicu aksi serupa di wilayah lain.

Kejadian berlangsung sekitar pukul 22.00 waktu setempat ketika van melaju tanpa kendali hingga akhirnya menghentikan lajunya setelah menghantam pohon. Pengemudi langsung keluar dari kendaraan dan melarikan diri di tengah kepanikan warga. Polisi menemukan mobil dalam keadaan kosong dan mengamankan lokasi kejadian untuk penyelidikan lebih lanjut.

Dampak Terhadap Parade LGBTQ dan Eskalasi Korban

Laporan dari Dinas Pemadam Kebakaran Berlin mencatat peningkatan jumlah korban pascainsiden tersebut. Sebanyak delapan korban mengalami luka berat dengan tiga di antaranya berada dalam kondisi sangat kritis, sementara sembilan orang lainnya menderita luka ringan. Tragedi ini memaksa panitia menghentikan festival Christopher Street Day (CSD) lebih awal.

Parade CSD sendiri merupakan salah satu perayaan tahunan terbesar komunitas LGBTQ di Eropa yang digelar untuk memperingati Pemberontakan Stonewall 1969. Acara yang biasanya dipenuhi suasana meriah dan warna-warni seketika berubah menjadi kepanikan mendalam. Warga Berlin dan para aktivis mengecam keras tindakan keji yang dinilai mencoreng nilai-nilai toleransi kota tersebut.

Ancaman terorisme dengan modus operandi menggunakan kendaraan melaju kencang bukan pertama kalinya menjadi perhatian serius di wilayah Eropa. Pemerintah Jerman kini memperketat penjagaan di titik-titik vital dan tempat keramaian publik guna mengantisipasi kemungkinan serangan susulan. Kepolisian meminta masyarakat untuk tetap waspada dan memberikan informasi apa pun yang dapat membantu penangkapan pelaku.