Menguak Visi Jared Kushner New Gaza: Ambisi Kota Modern 3 Tahun
Uptodai.com - Jared Kushner, menantu mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, kembali mencuri perhatian global setelah memaparkan Visi Jared Kushner New Gaza yang sangat ambisius. Ia mengklaim bahwa pembangunan kembali wilayah Gaza yang luluh lantak akibat konflik berkepanjangan dapat diselesaikan dalam waktu yang sangat singkat. Menurut Kushner, proses rekonstruksi kota-kota yang saat ini rata dengan tanah bisa diwujudkan dengan cepat, asalkan faktor keamanan dijamin sepenuhnya.
Dalam sebuah pidato yang disampaikan pada Kamis (22/1/2026) waktu setempat, Kushner menekankan kecepatan pembangunan di kawasan tersebut. Ia menyebutkan bahwa di Timur Tengah, pembangunan sebuah kota baru sering kali hanya memakan waktu sekitar tiga tahun. Kushner meyakini hal ini sangat mungkin diimplementasikan di Gaza, asalkan semua pihak memiliki komitmen untuk mewujudkannya.
Detail Rencana Ambisius “New Gaza”
Visi pembangunan yang diusung Kushner tidak hanya sekadar perbaikan, melainkan sebuah transformasi total. Rencana tersebut mencakup pembangunan infrastruktur besar yang modern dan komprehensif. Infrastruktur yang dimaksud meliputi jalan raya baru, pelabuhan laut modern, hingga bandara yang menggantikan fasilitas lama yang telah dihancurkan Israel dua dekade silam.
Lebih lanjut, Kushner membagi wilayah Gaza ke dalam delapan kawasan pemukiman utama yang dirancang secara terstruktur. Kawasan-kawasan ini akan diselingi dengan ruang terbuka hijau, lahan pertanian produktif, serta fasilitas olahraga yang memadai. Selain itu, rencana tersebut juga mengalokasikan zona khusus untuk manufaktur maju dan pusat data teknologi, menjanjikan masa depan ekonomi yang lebih digital dan terintegrasi.
Fokus Awal Rekonstruksi di Wilayah Rafah
Kushner menjelaskan bahwa tahap awal konstruksi akan difokuskan pada pembangunan “hunian tenaga kerja” di Rafah. Rafah, kota di bagian selatan Gaza, diketahui mengalami kehancuran total selama perang dan saat ini berada di bawah kendali penuh pasukan Israel. Pembangunan hunian ini bertujuan untuk menampung pekerja yang akan terlibat dalam proyek rekonstruksi skala besar.
Ia mengklaim bahwa upaya pembersihan puing dan pembongkaran bangunan yang hancur sudah mulai berjalan di wilayah tersebut. Langkah ini menjadi pembuka krusial sebelum proyek utama lainnya dapat dilanjutkan. Klaim ini menunjukkan adanya pergerakan awal di lapangan, meskipun masih terbatas pada area yang sangat terdampak.
Kontras Realitas Lapangan dengan Visi Jared Kushner New Gaza
Optimisme yang disampaikan Kushner berbanding terbalik dengan proyeksi dan data yang dimiliki oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta otoritas Palestina. Saat ini, wilayah yang dihuni oleh sekitar 2 juta jiwa tersebut digambarkan menyerupai “lembah debu” yang luas. Apartemen-apartemen bertingkat telah berubah menjadi gundukan puing, menciptakan pemandangan kehancuran yang masif.
Kondisi ini diperparah dengan keberadaan amunisi yang belum meledak tertimbun di bawah reruntuhan, menimbulkan bahaya laten bagi penduduk dan pekerja. Krisis air bersih juga semakin menyebar, menyebabkan berbagai penyakit menular yang menambah penderitaan masyarakat.
Kantor PBB untuk Layanan Proyek (UNOPS) mencatat bahwa volume puing di Gaza telah melampaui 60 juta ton. Jumlah material ini sangat fantastis, bahkan cukup untuk mengisi hampir 3.000 kapal kontainer berukuran besar. Skala kehancuran ini menunjukkan tantangan logistik yang luar biasa.
PBB memperkirakan bahwa dibutuhkan waktu minimal tujuh tahun hanya untuk menyelesaikan proses pembersihan puing-puing tersebut. Perkiraan waktu ini belum memasukkan proses demining atau pembersihan ranjau dan amunisi yang tersebar. Oleh karena itu, target tiga tahun yang dicanangkan Kushner dianggap sangat sulit dicapai berdasarkan kondisi lapangan saat ini.
Prasyarat Krusial: Stabilitas Keamanan
Kushner menegaskan bahwa rencana rekonstruksi ambisius ini hanya dapat berjalan jika Gaza memiliki kondisi “keamanan” yang stabil dan berkelanjutan. Prasyarat ini merupakan hambatan terbesar yang dinilai sangat berat untuk diwujudkan dalam waktu dekat. Stabilitas keamanan menjadi kunci utama untuk menarik investasi dan memastikan keselamatan pekerja konstruksi.
Hingga kini, belum ada kepastian mengenai kesediaan Hamas untuk melakukan pelucutan senjata secara penuh. Di sisi lain, laporan menyebutkan bahwa pasukan Israel masih terus melakukan kontak senjata dengan warga Palestina di Gaza hampir setiap hari. Situasi ini menciptakan iklim ketidakpastian yang menghambat dimulainya proyek pembangunan berskala besar.
Kelompok militan Hamas secara konsisten menyatakan hak mereka untuk melawan pendudukan Israel. Meskipun demikian, mereka sempat memberikan sinyal bahwa penggunaan senjata dapat dipertimbangkan untuk “dibekukan” sebagai bagian dari negosiasi yang lebih luas. Namun, tanpa jaminan keamanan total dan pelucutan senjata yang menyeluruh, visi pembangunan Visi Jared Kushner New Gaza akan tetap menjadi rencana di atas kertas.