Zulhas Dorong Produksi Susu Nasional di Koperasi SAE Pujon
Uptodai.com - Upaya meningkatkan produksi susu nasional kini menjadi prioritas utama pemerintah demi menjaga ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, secara khusus meninjau langsung kesiapan infrastruktur pendukung di daerah. Langkah ini bertujuan untuk memastikan pasokan susu segar tetap stabil dan mampu memenuhi kebutuhan industri yang terus meningkat.
Zulkifli Hasan melakukan kunjungan kerja ke Koperasi Susu SAE (Sinau Andandani Ekonomi) yang berlokasi di Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Koperasi ini memegang peran vital sebagai salah satu motor penggerak ekonomi kerakyatan di wilayah tersebut. Kehadiran Menko Pangan menegaskan komitmen pemerintah dalam merangkul peternak lokal untuk memperkuat kedaulatan pangan.
Koperasi SAE Pujon tercatat sebagai koperasi susu terbesar dan paling maju di wilayah Jawa Timur saat ini. Lembaga ini menjadi pemasok utama bagi berbagai industri pengolahan susu skala nasional dengan dukungan lebih dari 9.000 anggota aktif. Konsistensi koperasi dalam menjaga kualitas produk menjadikannya percontohan bagi pengembangan koperasi serupa di daerah lain.
Optimalisasi Hilirisasi dan Produksi Susu Nasional
Dalam kunjungannya, Menko Pangan memberikan apresiasi tinggi terhadap performa Koperasi SAE Pujon yang terus menunjukkan tren positif. Ia menilai manajemen produksi yang berjalan sudah sangat efisien dan mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat. Angka produksi harian yang tinggi menjadi modal kuat untuk melangkah ke tahap pengembangan berikutnya.
Zulkifli Hasan menekankan pentingnya penguatan produksi susu nasional melalui strategi hilirisasi yang tepat sasaran. Menurutnya, kebutuhan susu di dalam negeri masih sangat besar dan belum sepenuhnya tercukupi oleh produksi lokal. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas produksi harus dibarengi dengan pengolahan produk turunan yang memiliki nilai tambah tinggi.
Pemerintah mendorong koperasi tidak hanya menjual susu mentah, tetapi juga mulai merambah ke industri pengolahan. Hilirisasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan peternak melalui harga jual yang lebih kompetitif. Selain itu, proses pengolahan di tingkat koperasi akan memperpendek rantai distribusi ke konsumen akhir.
Dukungan untuk Program Makan Bergizi Gratis
Peningkatan produksi ini memiliki kaitan erat dengan kesuksesan program Makan Bergizi Gratis yang dicanangkan pemerintah. Susu segar menjadi salah satu komponen utama dalam paket nutrisi yang akan diberikan kepada masyarakat, khususnya anak-anak sekolah. Kesiapan pasokan dari koperasi lokal menjadi kunci agar program ini tidak bergantung pada komoditas impor.
“Koperasi SAE Pujon ini sudah sangat bagus, produksi susunya sudah mencapai 130 ribu liter per hari,” ujar Zulkifli Hasan di sela kunjungannya. Ia menambahkan bahwa angka tersebut merupakan kontribusi nyata dalam mendukung pemenuhan gizi nasional secara mandiri. Pemerintah berjanji akan terus memberikan pendampingan teknis dan kemudahan akses modal bagi koperasi produktif.
Melalui penguatan peran koperasi, pemerintah optimistis target swasembada pangan, khususnya pada sektor susu, dapat tercapai dalam beberapa tahun ke depan. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan para peternak menjadi fondasi utama dalam membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan. Kunjungan ini diharapkan menjadi momentum bagi kebangkitan industri susu dalam negeri yang lebih modern dan berdaya saing.