Uptodai.com - Pertumbuhan pasar kendaraan listrik di Indonesia kini menjadi fenomena yang tidak bisa dihindari oleh para pelaku industri otomotif konvensional. Meski penggunaan baterai mulai mendominasi jalanan, produsen pelumas kelas dunia tetap melihat peluang besar di tengah transisi energi ini.

Salah satu pemain besar yang menyuarakan optimisme tersebut adalah Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC). Melalui distributor resminya di Indonesia, mereka menilai pergeseran tren ini justru memperluas ekosistem transportasi secara keseluruhan tanpa mematikan bisnis pelumas.

Strategi ADNOC Menyikapi Pertumbuhan Pasar Kendaraan Listrik

Ismet Sebastian, Direktur Sales and Marketing PT Garuda Petro Perkasa selaku distributor ADNOC, mengungkapkan bahwa lonjakan populasi EV bukan merupakan ancaman bagi mereka. Ia menyoroti data signifikan di mana pangsa pasar mobil listrik melesat dari 2 persen menjadi 14 persen dalam waktu singkat.

Menurut Ismet, angka tersebut menunjukkan bahwa pasar otomotif secara umum memang sedang bertumbuh pesat. Ia menegaskan bahwa kehadiran mobil listrik tidak serta-merta mengambil alih porsi kendaraan berbahan bakar minyak (BBM) secara total. Keduanya justru tumbuh berdampingan seiring dengan meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat Tanah Air.

Fakta inilah yang membuat ADNOC tetap percaya diri dalam memperkuat kuku bisnisnya di industri pelumas otomotif Indonesia. Mereka melihat bahwa volume kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE) masih sangat besar dan membutuhkan perawatan rutin yang maksimal.

Potensi Besar di Sektor Mobil Bekas dan Luar Kota

Optimisme ADNOC terhadap tantangan pertumbuhan pasar kendaraan listrik juga didasari oleh realitas di pasar mobil bekas. Ismet menjelaskan bahwa pelumas tidak hanya menyasar unit kendaraan baru yang keluar dari diler resmi. Pasar mobil bekas tetap menjadi konsumen setia yang menjaga permintaan pelumas tetap stabil dan tinggi.

Selain itu, permintaan kendaraan berbahan bakar fosil masih menunjukkan tren positif di wilayah luar kota-kota besar. Infrastruktur pengisian daya yang belum merata di seluruh pelosok Indonesia membuat mobil konvensional tetap menjadi pilihan utama masyarakat daerah. Hal ini menjamin keberlangsungan distribusi oli mesin untuk jangka waktu yang cukup lama.

Ismet menambahkan bahwa penurunan permintaan pelumas baru akan terjadi jika penjualan mobil BBM benar-benar berhenti tumbuh secara total. Namun, selama diler masih menjual unit mesin pembakaran dan pasar mobil bekas masih bergairah, bisnis pelumas akan terus mencatatkan angka positif.

Kolaborasi Strategis dengan Brand Otomotif Premium

Untuk memperkuat posisi di pasar, ADNOC kini telah menjalin afiliasi dengan berbagai merek otomotif ternama di Indonesia. Beberapa brand mewah seperti Rolls-Royce, Porsche, hingga Maserati mempercayakan kebutuhan pelumas mereka kepada produk asal Abu Dhabi ini. Kerja sama ini membuktikan kualitas premium yang ditawarkan ADNOC untuk mesin-mesin berperforma tinggi.

Tidak hanya menyasar segmen mewah, mereka juga merangkul brand volume maker seperti BAIC yang mulai melakukan penetrasi di pasar lokal. Langkah strategis ini mencakup kerja sama dengan jaringan diler resmi serta bengkel rujukan di berbagai wilayah. Dengan menjangkau segmen luas, ADNOC memastikan produknya tetap relevan bagi pemilik mobil baru maupun lama.

Saat ini, permintaan untuk kategori pelumas premium memang menunjukkan grafik yang sangat memuaskan bagi perusahaan. Manajemen kini fokus mematangkan strategi pemasaran guna memastikan ketersediaan produk di seluruh rantai distribusi. Fokus utama mereka adalah memberikan perlindungan mesin terbaik bagi konsumen yang belum beralih ke kendaraan listrik.