Arus Mudik Pantura Bekasi Meningkat, 72 Ribu Kendaraan Melintas
Uptodai.com - Arus mudik Pantura Bekasi mulai menunjukkan eskalasi yang sangat signifikan menjelang perayaan Idulfitri tahun ini. Ribuan pemudik yang menggunakan berbagai jenis moda transportasi terpantau mulai memadati jalur arteri penghubung utama menuju arah timur Jawa tersebut.
Berdasarkan data terbaru dari posko pengamanan perbatasan Bekasi-Karawang, tercatat sebanyak 72.101 unit kendaraan telah meninggalkan wilayah Kabupaten Bekasi. Pergerakan masif ini terjadi sepanjang hari Minggu (15/3/2026) melalui Jalur Pantai Utara (Pantura) yang menjadi urat nadi transportasi darat.
Jalur ini tetap menjadi rute favorit bagi para pemudik yang bergerak menuju arah Cikampek. Sebagian besar dari mereka melanjutkan perjalanan panjang menuju berbagai kota di Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.
Kasatlantas Polres Metro Bekasi, Komisaris Pol. Sugihartono, mengungkapkan bahwa volume kendaraan mengalami kenaikan drastis dibandingkan hari-hari sebelumnya. Lonjakan arus lalu lintas ini bahkan menembus angka lebih dari dua kali lipat dari catatan normal pada periode awal mudik.
Dominasi Sepeda Motor di Jalur Pantura
Pihak kepolisian mencatat bahwa pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua masih mendominasi pergerakan di jalur arteri. Sepeda motor dianggap menjadi pilihan paling fleksibel bagi masyarakat untuk menembus kepadatan dan menjangkau pelosok desa dengan lebih cepat.
Dari total puluhan ribu kendaraan yang melintas, sebanyak 55.494 unit merupakan sepeda motor yang membawa berbagai perlengkapan mudik. Sementara itu, kategori mobil pribadi menempati posisi kedua dengan jumlah mencapai 14.285 unit yang bergerak beriringan ke arah timur.
Selain kendaraan pribadi, arus lalu lintas juga diwarnai oleh angkutan umum dan kendaraan logistik. Tercatat ada sekitar 211 unit bus yang mengangkut penumpang serta 2.111 unit truk logistik yang masih melintasi jalur utama tersebut sebelum pembatasan berlaku penuh.
Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Gelombang Pertama
Kenaikan volume kendaraan ini menandai terjadinya puncak arus mudik Lebaran 2026 gelombang pertama yang diprediksi akan terus berlanjut. Sugihartono menjelaskan bahwa lonjakan ini mencapai 112 persen jika dibandingkan dengan data pada H-7 Lebaran lalu.
Peningkatan aktivitas di jalan raya sudah mulai terlihat sejak akhir pekan kemarin, terutama pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari. Petugas di lapangan bekerja ekstra keras untuk memastikan aliran kendaraan tetap mengalir meski beban jalan meningkat tajam.
Jika membandingkan dengan data H-7, pada periode H-6 terjadi lonjakan yang sangat kontras di Pospam Kedungwaringin. Peningkatan arus kendaraan dari arah Jakarta menuju Cikampek terpantau konsisten naik sejak pukul 00.00 hingga tengah hari.
Kesiapan Pos Pengamanan di Wilayah Bekasi
Untuk menjamin kelancaran dan keamanan para pemudik, Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama Polres Metro Bekasi telah menyiagakan sedikitnya 18 titik pos pengamanan. Fasilitas pelayanan ini tersebar di berbagai titik strategis sepanjang jalur utama mudik.
Beberapa jalur yang mendapatkan perhatian ekstra meliputi Jalur Pantura, Jalan Inspeksi Kalimalang, hingga akses-akses menuju gerbang tol utama. Petugas gabungan dari unsur Polri, TNI, Dishub, dan Satpol PP dikerahkan untuk mengatur ritme lalu lintas agar tidak terjadi penumpukan permanen.
Para pemudik diimbau untuk tetap menjaga kondisi fisik dan memastikan kelayakan kendaraan sebelum memulai perjalanan jauh. Keberadaan pos pelayanan diharapkan dapat menjadi tempat istirahat yang representatif bagi pengendara yang mulai merasa lelah demi menekan angka kecelakaan di jalan raya.