Uptodai.com - Kecelakaan bus PO Haryanto di Tol Batang menjadi sorotan publik setelah terekam kamera dasbor menghantam antrean kendaraan pemudik secara brutal. Insiden mengerikan ini terjadi di tengah kepadatan arus lalu lintas yang didominasi oleh mobil pribadi menuju arah timur.

Peristiwa tersebut tepatnya berlokasi di ruas Tol Pemalang–Batang KM 361+600 jalur A, wilayah Desa Gondang, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang. Meski benturan terlihat sangat keras dalam video yang beredar, otoritas setempat memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Satu orang dilaporkan mengalami luka-luka dan segera mendapatkan perawatan medis sesaat setelah dievakuasi dari lokasi kejadian. Polisi kini tengah mendalami penyebab pasti mengapa sopir bus kehilangan kendali saat melaju kencang di lajur kiri.

Detik-Detik Bus PO Haryanto Menghantam Antrean Mobil

Berdasarkan rekaman kamera dasbor (dashcam) milik salah satu pengendara, bus berwarna hitam tersebut terlihat melaju sangat kencang di sisi kiri jalan. Sopir bus diduga mencoba melakukan aksi “ngeblong” atau mendahului dari sisi kiri tanpa memperhitungkan jarak aman pengereman.

Ketika arus lalu lintas di depannya mulai melambat dan memadat, sopir bus tampak terkejut dan tidak sempat menginjak pedal rem secara maksimal. Dalam upaya terakhir menghindari tabrakan fatal, pengemudi mencoba membanting setir ke arah kanan untuk masuk ke lajur tengah.

Namun, manuver tersebut justru memicu tabrakan beruntun karena moncong bus tetap menghantam bagian belakang mobil-mobil yang sedang mengantre. Benturan keras tersebut menyebabkan kerusakan parah pada lima unit mobil yang berada tepat di jalur lintasan bus tersebut.

Penjelasan Satlantas Polres Batang Terkait Insiden

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Batang, AKP Eka Hendra Ardiansyah, mengonfirmasi bahwa kecelakaan terjadi pada Minggu (15/3/2026) sekitar pukul 15.45 WIB. Bus dengan nomor polisi S 7428 UN itu diketahui sedang menempuh perjalanan dari arah Jakarta menuju Semarang.

AKP Eka menjelaskan bahwa sopir bus diduga kuat kehilangan kendali atas kendaraannya saat melaju di lajur kiri yang seharusnya digunakan untuk kecepatan stabil. Ketidakmampuan sopir dalam mengantisipasi kepadatan di depannya menjadi pemicu utama kecelakaan beruntun ini.

Pihak kepolisian telah mengamankan sopir bus untuk dimintai keterangan lebih lanjut mengenai kondisi teknis kendaraan maupun kondisi fisik pengemudi saat kejadian. Penyelidikan mendalam diperlukan untuk memastikan apakah ada unsur kelalaian atau kegagalan sistem pengereman.

Daftar Kendaraan yang Terlibat Kecelakaan Beruntun

Mobil pertama yang menjadi korban hantaman keras bus adalah Wuling Alvez bernomor polisi B 1556 RZR yang dikemudikan oleh Hari Mulyono (50). Kendaraan warga Duren Sawit ini mengalami kerusakan signifikan pada bagian belakang akibat dorongan bus yang melaju tanpa pengereman.

Setelah menabrak Wuling, bus tersebut oleng dan menghantam Toyota Innova F 1434 QJ milik Witanto (45) asal Sukabumi. Tak berhenti di situ, Toyota Innova lainnya dengan nopol B 2387 EGX yang dikemudikan Rasim Yudiasmita (53) juga ikut terdampak parah.

Dua kendaraan lain yang turut menjadi korban adalah Suzuki XL7 S 1599 CF yang dikemudikan Abdul Hadi Mawardi (45). Selain itu, sebuah mobil listrik SUV terbaru, Chery J6 dengan nopol B 1194 BDV milik Putu Devi Narasari (27), juga mengalami kerusakan dalam insiden tersebut.

Bahaya Mengemudi Agresif di Jalur Tol

Fenomena bus yang melaju ugal-ugalan atau “ngeblong” di lajur kiri memang sering menjadi keluhan para pengguna jalan tol di Indonesia. Lajur kiri dan bahu jalan seharusnya bukan digunakan untuk mendahului dengan kecepatan tinggi karena risiko titik buta yang sangat besar.

Kecelakaan ini menjadi pengingat bagi seluruh operator transportasi umum untuk lebih ketat dalam mengawasi perilaku para sopir mereka di lapangan. Keselamatan penumpang dan pengguna jalan lain harus menjadi prioritas utama di atas mengejar waktu perjalanan.

Para pemilik kendaraan yang terlibat kini menuntut pertanggungjawaban penuh dari pihak manajemen bus atas kerugian materiil yang mereka alami. Saat ini, seluruh kendaraan yang terlibat telah dievakuasi ke pos polisi terdekat untuk proses administrasi dan hukum lebih lanjut.