Ambisi BYD Target Penjualan EV 1,3 Juta Unit di Luar China 2026
Uptodai.com - Raksasa kendaraan listrik (EV) asal China, BYD, secara resmi mengumumkan target ambisius untuk tahun fiskal 2026. Perusahaan menargetkan BYD target penjualan EV 2026 mencapai 1,3 juta unit khusus untuk pasar di luar China. Angka ini mencerminkan fokus agresif perusahaan untuk mendominasi pasar global di tengah ketatnya persaingan domestik.
Pengumuman penting ini disampaikan oleh Li Yunfei, Manajer Umum Divisi Merek dan Hubungan Masyarakat BYD, dalam konferensi pers yang diadakan di Shanghai pada Sabtu (24/1/2026). Target tersebut dipatok setelah perusahaan berhasil mencatatkan kinerja cemerlang tahun lalu. Ekspansi pasar global kini menjadi strategi kunci untuk menopang pertumbuhan laba perusahaan.
Lonjakan Ekspor Menopang Pasar Domestik yang Melambat
Pada tahun 2025, BYD sukses mengirimkan 1,05 juta kendaraan listrik ke pasar internasional, melampaui ekspektasi tertinggi yang dipatok di angka 1 juta unit. Kinerja ekspor yang kuat ini menjadi penopang utama bagi perusahaan. Hal ini terjadi karena BYD harus mengimbangi perlambatan signifikan yang terjadi di pasar intinya, China.
Tekanan di pasar domestik terasa nyata, terutama setelah pemerintah China mulai mengurangi insentif pembelian EV. Data menunjukkan bahwa penjualan kendaraan listrik penumpang dan hibrida di China merosot 37,7% pada Desember 2025, menandai penurunan selama delapan bulan berturut-turut. Kondisi ini diperparah oleh perang harga yang semakin agresif di antara produsen lokal.
Meskipun lonjakan penjualan di luar negeri membantu produsen mobil China ini menyalip Tesla Inc. untuk menjadi produsen EV nomor satu di dunia tahun lalu, permintaan di dalam negeri berada di bawah tekanan. Persaingan domestik yang semakin ketat membuat perusahaan harus bekerja keras mempertahankan pangsa pasar.
Investor Kecewa, BYD Siapkan Terobosan Teknologi Baru
Meskipun mencatatkan rekor global, target 1,3 juta unit untuk 2026 ternyata mengecewakan sebagian investor. Sebelumnya, Citigroup Inc. melaporkan pada November 2026 bahwa manajemen BYD sempat membidik angka ekspor yang lebih tinggi, yakni antara 1,5 juta hingga 1,6 juta unit. Selisih target ini memicu kekhawatiran tentang potensi pertumbuhan di tengah kondisi ekonomi global yang fluktuatif.
Kekhawatiran pasar muncul seiring pengakuan dari CEO BYD, Wang Chuanfu. Dalam pertemuan investor awal Desember 2025, Wang mengakui bahwa keunggulan teknologi yang telah dibangun perusahaan selama beberapa tahun terakhir mulai berkurang dan berdampak langsung pada penjualan domestik. Oleh karena itu, perusahaan kini fokus pada pengembangan inovasi baru.
Wang Chuanfu memberikan sinyal kuat mengenai terobosan teknologi yang akan segera diluncurkan. Dengan dukungan tim teknik yang terdiri dari 120.000 orang, ia menyatakan keyakinan penuh bahwa BYD mampu mendapatkan kembali keunggulan kompetitif di pasar. Inovasi teknologi ini diharapkan menjadi kunci untuk memulihkan momentum penjualan di dalam dan luar negeri.
Analis dari Morgan Stanley juga memperkirakan pemulihan domestik yang lebih signifikan bagi BYD. Pemulihan ini diharapkan terjadi setelah perusahaan meluncurkan beberapa perubahan besar pada lini produknya pada awal 2026. Sementara itu, tekanan regulasi juga meningkat terhadap raksasa otomotif tersebut.
BYD kini menjadi target pengawasan Beijing dalam upaya mengendalikan diskon agresif yang memicu perang harga, terutama setelah mencatatkan penurunan laba kuartalan berturut-turut. Pengawasan ketat ini diprediksi akan mempercepat konsolidasi industri dan berpotensi mengguncang hierarki di sektor kendaraan energi baru (NEV) China.