Geely EX5 Mogok di PIK, Diduga Alami Patah As Roda Depan
Uptodai.com - Geely EX5 mogok di PIK memicu perhatian publik setelah terekam kamera warga saat terhenti di kawasan Jakarta Utara. Mobil listrik SUV ini tampak tidak berdaya di depan Komplek Lotus, Penjaringan, pada Senin malam, 16 Februari 2026. Kejadian tersebut mendadak viral setelah diunggah oleh akun Instagram @infopik.id dan memancing beragam reaksi netizen.
Video amatir yang beredar memperlihatkan posisi roda depan kendaraan yang tampak janggal dan tidak simetris. Arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat tersendat akibat posisi mobil yang memakan sebagian badan jalan utama. Petugas keamanan setempat terlihat berusaha mengatur kendaraan lain yang melintas agar tidak terjadi penumpukan volume kendaraan yang lebih parah.
Dugaan sementara menyebutkan bahwa kendaraan ramah lingkungan tersebut mengalami patah as roda depan secara tiba-tiba. Kesimpulan ini muncul karena roda bagian kiri dan kanan mengarah ke luar secara berlawanan arah. Kondisi fisik yang tidak normal tersebut membuat mobil mustahil untuk dikemudikan lebih lanjut tanpa bantuan truk derek.
Spekulasi Warganet Mengenai Kualitas Mobil Listrik Geely
Unggahan mengenai insiden ini segera memanen ribuan komentar dari netizen yang penasaran dengan penyebab utamanya. Banyak pengguna media sosial mulai mempertanyakan kualitas mobil listrik Geely, terutama pada komponen kaki-kaki. Mereka khawatir jika kerusakan as roda tersebut merupakan indikasi adanya kelemahan material pada unit yang dipasarkan.
Namun, tidak sedikit pula warga digital yang membela brand otomotif asal Negeri Tirai Bambu tersebut di kolom komentar. Beberapa saksi mata mengklaim bahwa insiden ini murni kecelakaan akibat kelalaian pengemudi saat bermanuver. Mereka menduga mobil sempat menghantam trotoar atau lubang dengan kecepatan tinggi sebelum akhirnya as roda menyerah.
Hingga saat ini, pihak manajemen Geely Indonesia belum memberikan pernyataan resmi terkait kronologi pasti kejadian tersebut. Investigasi internal biasanya diperlukan untuk memastikan apakah kerusakan terjadi karena cacat produksi atau faktor eksternal yang ekstrem. Publik kini menunggu klarifikasi agar tidak muncul bola liar mengenai reliabilitas produk mereka di tanah air.
Mengenal Spesifikasi dan Teknologi Geely EX5
Geely EX5 sebenarnya hadir dengan teknologi mutakhir yang disebut Geely Electric Architecture (GEA). Platform global ini mengintegrasikan struktur bodi dengan baterai menggunakan sistem Cell-to-Body untuk meningkatkan stabilitas berkendara. Secara teori, rancang bangun ini seharusnya memberikan kekuatan ekstra pada sasis kendaraan saat menghadapi berbagai medan jalan.
Dapur pacunya mengandalkan motor listrik bertenaga 160 kW yang mampu menghasilkan torsi puncak mencapai 320 Nm. SUV ini sanggup melesat dari posisi diam hingga kecepatan 100 km/jam hanya dalam waktu 6,9 detik saja. Performa responsif ini menjadi salah satu daya tarik utama bagi konsumen yang menginginkan mobil listrik dengan akselerasi instan.
Untuk urusan daya jelajah, EX5 dibekali baterai yang mampu menempuh jarak hingga 495 km berdasarkan standar pengujian NEDC. Fitur keselamatan canggih seperti ADAS Level 2 juga sudah tersemat untuk meminimalisir risiko kecelakaan di jalan raya. Namun, kecanggihan fitur elektronik tersebut tentu tidak bisa berbuat banyak jika terjadi kerusakan mekanis pada bagian as roda.
Pentingnya Keselamatan Berkendara di Kawasan Urban
Kejadian insiden as roda Geely EX5 patah ini menjadi pengingat penting bagi para pemilik kendaraan listrik di kota besar. Meskipun mobil modern dibekali fitur asisten pengemudi yang pintar, faktor kondisi jalan tetap memegang peranan krusial. Pengemudi harus tetap waspada terhadap objek statis atau kontur jalan yang tidak rata di area perkotaan.
Kawasan Pantai Indah Kapuk yang dikenal sebagai area elite sering kali memiliki arus lalu lintas yang padat pada jam-jam tertentu. Pengemudi diharapkan tidak lengah saat melintasi area dengan potensi hambatan fisik seperti pembatas jalan atau polisi tidur. Perawatan rutin pada area suspensi dan kaki-kaki juga sangat disarankan untuk mendeteksi keausan komponen lebih dini.
Kasus ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi produsen untuk terus meningkatkan standar kualitas produk mereka di Indonesia. Kepercayaan konsumen terhadap mobil listrik sangat bergantung pada bukti ketahanan kendaraan di lapangan dalam jangka panjang. Edukasi mengenai cara berkendara yang aman bagi pengguna mobil listrik juga perlu terus digalakkan oleh berbagai pihak terkait.