Uptodai.com - Lonjakan kendaraan di Tol MBZ (Mohammed Bin Zayed) mencapai angka yang sangat signifikan pada periode arus mudik Lebaran 2026 ini. PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) mencatat kenaikan volume lalu lintas yang luar biasa tajam meninggalkan arah Jakarta menuju wilayah Jawa Barat dan sekitarnya.

Berdasarkan data pada H-4 Lebaran atau Selasa, 17 Maret 2026, sebanyak 63.275 kendaraan terpantau melintasi jalan tol layang tersebut. Angka ini menunjukkan kenaikan hingga 200,54 persen jika dibandingkan dengan kondisi lalu lintas normal yang biasanya hanya melayani sekitar 21.054 kendaraan.

Fenomena ini menggambarkan tingginya antusiasme masyarakat untuk pulang ke kampung halaman lebih awal guna menghindari puncak kepadatan. Peningkatan arus lalu lintas ini terjadi secara merata sepanjang hari, mulai dari pagi hingga malam hari dengan tren yang terus meningkat.

Sejak pagi hari, volume kendaraan sudah menunjukkan tren di atas normal dan terus merangkak naik saat memasuki waktu siang. Memasuki waktu malam, lonjakan kendaraan terpantau semakin tinggi seiring dengan banyaknya pemudik yang memilih perjalanan setelah waktu berbuka puasa.

Sementara itu, pergerakan kendaraan yang masuk menuju arah Jakarta juga mengalami kenaikan meskipun tidak sedrastis arah keluar. Tercatat sebanyak 27.821 kendaraan masuk ke Jakarta, atau naik sekitar 30,35 persen dari angka normal harian yang berada di kisaran 21.344 kendaraan.

Penerapan Contraflow di Ruas Tol Jakarta-Cikampek

Guna mengantisipasi kepadatan yang semakin mengular, PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa contraflow. Langkah strategis ini diambil untuk mencairkan sumbatan kendaraan yang mengarah ke Cikampek dan Tol Trans Jawa.

Skema contraflow ini diterapkan mulai dari KM 36 hingga KM 70 di ruas Tol Jakarta-Cikampek secara situasional. Petugas di lapangan menerapkan sistem buka-tutup jalur tambahan ini berdasarkan diskresi penuh dari pihak Kepolisian agar arus tetap mengalir.

Sebelumnya, petugas sempat menghentikan sementara kebijakan contraflow ini mengikuti dinamika kondisi lalu lintas yang sempat melandai di beberapa titik. Namun, seiring dengan volume kendaraan yang kembali memadat, rekayasa ini dibuka kembali pada 18 Maret 2026 pukul 20.51 WIB.

Koordinasi Intensif Demi Kelancaran Mudik

JTT menegaskan bahwa seluruh pengaturan lalu lintas dilakukan melalui koordinasi yang sangat intensif dengan pihak Kepolisian dan instansi terkait. Sinergi antarinstansi menjadi kunci utama untuk memastikan keselamatan serta kenyamanan para pengguna jalan selama perjalanan mudik berlangsung.

Pihak pengelola jalan tol terus memantau titik-titik rawan kemacetan melalui kamera pengawas dan petugas patroli yang bersiaga 24 jam. Hal ini dilakukan agar setiap kendala di jalur mudik dapat segera tertangani dengan cepat dan tepat sasaran.

Persiapan Penting Sebelum Melakukan Perjalanan Mudik

Pengelola jalan tol, baik JJC maupun JTT, mengimbau para pemudik untuk selalu mengutamakan keselamatan dan tidak memaksakan diri di jalan raya. Kondisi fisik pengemudi harus dipastikan dalam keadaan prima sebelum memegang kemudi untuk perjalanan jarak jauh.

Selain faktor manusia, pengecekan kondisi kendaraan secara menyeluruh juga menjadi hal yang wajib dilakukan oleh setiap pemilik mobil. Pastikan komponen mesin, sistem pengereman, hingga tekanan ban berada dalam kondisi optimal agar terhindar dari kendala teknis yang membahayakan.

Para pengemudi juga diingatkan untuk menjaga kecukupan bahan bakar minyak (BBM) atau daya listrik bagi pengguna kendaraan listrik. Hal ini sangat penting mengingat antrean di SPBU atau stasiun pengisian daya sering kali memanjang saat musim mudik Lebaran.

Faktor cuaca, terutama potensi hujan deras yang sering terjadi, perlu diantisipasi dengan menjaga jarak aman antar-kendaraan. Jangan lupa untuk memastikan saldo kartu uang elektronik mencukupi agar tidak menimbulkan antrean panjang di gerbang tol akibat kegagalan transaksi.

Terakhir, patuhi selalu rambu-rambu lalu lintas dan ikuti setiap arahan petugas yang berjaga di sepanjang jalur mudik. Kesabaran dan kewaspadaan tinggi sangat dibutuhkan agar perjalanan menuju kampung halaman dapat berjalan lancar dan selamat sampai tujuan.