Uptodai.com - Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat bahwa stabilitas pasar domestik sangat ditopang oleh Penjualan Sepeda Motor Luar Jawa. Capaian ini menjadi sinyal positif yang menegaskan bahwa motor tetap menjadi moda transportasi paling efisien dan produktif bagi masyarakat Indonesia.

Secara keseluruhan, pertumbuhan industri roda dua tercatat sebesar 1,3 persen jika dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama di tahun sebelumnya. Angka ini menjadi indikator penting bahwa sektor otomotif, khususnya motor, mampu bertahan di tengah tantangan ekonomi.

Peran Vital Pasar di Luar Pulau Jawa

Ketua Bidang Komersial AISI, Sigit Kumala, menjelaskan bahwa rata-rata penjualan domestik per bulan berhasil menyentuh angka 535.000 unit. Angka yang konsisten ini menggambarkan betapa krusialnya sepeda motor dalam menopang kebutuhan ekonomi, mobilitas harian, bahkan untuk kebutuhan leisure masyarakat.

Stabilitas pasar ini tidak lepas dari keberhasilan produsen dalam memenuhi kebutuhan mobilitas yang efektif di berbagai daerah. Sigit menambahkan, tahun lalu pasar dihadapkan pada pelemahan daya beli, terutama di segmen masyarakat ekonomi menengah di Pulau Jawa.

Untungnya, gairah permintaan yang signifikan di luar Pulau Jawa mampu menjadi penyeimbang utama dari penurunan tersebut. Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran fokus konsumen yang memilih motor sebagai alat penopang kegiatan ekonomi produktif mereka.

Skutik Masih Raja, Pembiayaan Jadi Kunci Stabilitas

Berdasarkan data resmi AISI, dominasi segmen skutik (skuter matik) masih tak terbantahkan dalam permintaan motor baru di pasar domestik. Kontribusi skutik mencapai 91,7 persen dari total penjualan, menandakan preferensi masyarakat yang tinggi terhadap kemudahan penggunaan dan efisiensi.

Sementara itu, jenis motor underbone (bebek) menyumbang 4,46 persen, dan tipe sport berada di angka 3,51 persen. Menariknya, meskipun tren kendaraan listrik terus didorong, kontribusi sepeda motor listrik masih tercatat berada di bawah 1 persen dari keseluruhan pasar.

Faktor pendukung utama yang menjamin stabilitas pasar adalah kuatnya peran industri pembiayaan. Sekitar 65 persen dari seluruh pembelian motor baru dilakukan melalui skema kredit. Skema ini secara signifikan memberikan kemudahan akses bagi konsumen di berbagai lapisan ekonomi untuk memiliki kendaraan.

Ekspor Menguat dan Sukses Pameran IMOS

Gairah positif Industri Otomotif Nasional Indonesia juga terlihat dari suksesnya pameran Indonesia Motorcycle Show (IMOS 2025) yang diselenggarakan di ICE BSD. Acara tahunan tersebut berhasil menarik lebih dari 100 ribu pengunjung dalam waktu singkat.

Selain itu, transaksi yang tercipta dalam pameran itu mencatatkan nilai fantastis, mencapai Rp 70 miliar. Angka ini menunjukkan bahwa minat konsumen terhadap inovasi dan produk baru di industri roda dua tetap tinggi.

Di samping pasar domestik yang stabil berkat Penjualan Sepeda Motor Luar Jawa, kinerja ekspor juga menunjukkan penguatan signifikan. Total pengiriman motor utuh (CBU) ke pasar global tercatat sebanyak 544.133 unit selama dua belas bulan terakhir, menegaskan posisi Indonesia sebagai basis produksi motor yang penting di Asia Tenggara.