Update Harga Mobil Listrik 2026: Wuling Naik, Insentif CBU Berakhir
Uptodai.com - Awal tahun selalu menjadi momen krusial bagi industri otomotif, terutama untuk segmen kendaraan listrik yang pergerakannya sangat dinamis. Sejumlah penyesuaian harga mulai terlihat di pasar Indonesia per Januari 2026, terutama setelah pemerintah secara resmi menghentikan perpanjangan insentif untuk model-model yang diimpor secara utuh (Completely Built Up/CBU).
Meskipun demikian, tidak semua pabrikan langsung melakukan koreksi harga. Sebagian besar merek masih memilih mempertahankan banderol lama, namun tercatat ada beberapa model yang mengalami kenaikan signifikan. Kebijakan insentif yang berakhir ini memaksa produsen untuk segera memenuhi persyaratan perakitan lokal dan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimum 40 persen.
Dampak Kebijakan Insentif dan Kenaikan Harga Mobil Listrik 2026
Pemerintah telah menegaskan bahwa penghentian insentif untuk unit CBU bertujuan untuk mendorong investasi dan lokalisasi produksi di dalam negeri. Setiap produsen yang sebelumnya mengimpor unit CBU kini diwajibkan untuk merakit kendaraan listriknya secara lokal sesuai dengan jumlah yang telah mereka impor sebelumnya.
Sebagai contoh, jika sebuah pabrikan mengimpor 10.000 unit, mereka wajib merakit jumlah yang sama di fasilitas Indonesia. Kondisi ini secara langsung menimbulkan potensi kenaikan harga, khususnya bagi model impor yang belum mampu memenuhi ketentuan TKDN yang disyaratkan. Bahkan, mobil listrik yang sudah dirakit lokal pun berpotensi mengalami penyesuaian harga puluhan juta rupiah.
Berdasarkan pantauan yang dilakukan pada situs resmi berbagai pabrikan, hanya sebagian kecil pemain pasar yang telah memperbarui daftar harga mereka. Namun, penyesuaian yang terjadi cukup mencolok, terutama pada merek yang memiliki volume penjualan tinggi.
Wuling Motors Naikkan Harga Signifikan
Salah satu pabrikan yang paling disorot karena melakukan penyesuaian harga adalah Wuling Motors. Merek asal China ini diketahui menaikkan banderol harga untuk lini mobil listrik mereka, termasuk Air ev dan Binguo EV, dengan kenaikan yang berkisar antara Rp 30 juta hingga Rp 40 juta.
Implikasi dari kenaikan ini cukup besar di pasar. Saat ini, tidak ada lagi model mobil listrik Wuling yang ditawarkan dengan harga di bawah Rp 200 juta. Langkah ini menunjukkan respons Wuling terhadap dinamika biaya produksi dan mungkin juga tekanan untuk meningkatkan TKDN seiring berjalannya waktu.
Geely dan Perubahan Strategi Pasar Kia
Di tengah penyesuaian harga oleh pemain lama, Geely Auto Indonesia justru meramaikan pasar dengan pengumuman harga resmi untuk model EX2. Mobil listrik kompak ini hadir dalam dua varian: EX2 Pro yang dibanderol Rp 255 juta dan EX2 Max seharga Rp 285 juta.
Menariknya, Geely menawarkan strategi harga khusus untuk 2.000 pemesan pertama atau hingga 15 Februari 2026. Dengan skema ini, harga EX2 Pro turun menjadi Rp 229,9 juta, sementara EX2 Max menjadi Rp 259,9 juta. Langkah ini merupakan upaya agresif untuk menggaet konsumen di segmen mobil listrik terjangkau.
Sementara itu, terjadi perubahan manajemen pada merek Kia. Pengelolaan merek Kia kini berpindah tangan dari PT Kreta Indo Artha (KIA) ke PT Kia Sales Indonesia. Perubahan ini turut memengaruhi jajaran model yang dipasarkan.
Saat ini, situs resmi Kia hanya menampilkan model listrik premium EV9. Model populer sebelumnya, EV6, sudah tidak lagi tercantum dalam daftar penjualan resmi. Perubahan ini mengindikasikan fokus baru Kia di Indonesia, yang mungkin lebih mengarah pada segmen premium kendaraan listrik.
Daftar Update Harga Mobil Listrik di Indonesia per Januari 2026
Berikut adalah beberapa pembaruan Harga Mobil Listrik 2026 yang berhasil dihimpun dari situs resmi masing-masing pabrikan:
Aion
- Aion Y Plus Exclusive : Rp 419.000.000
- (Model Aion lainnya masih dalam harga lama)
Geely
- Geely EX2 Pro (Harga Normal): Rp 255.000.000
- Geely EX2 Max (Harga Normal): Rp 285.000.000
- Geely EX2 Pro (Harga Promo): Rp 229.900.000
- Geely EX2 Max (Harga Promo): Rp 259.900.000
Wuling
- Wuling Air ev Lite: Rp 206.000.000 (Naik Rp 30 juta)
- Wuling Binguo EV Long Range: Rp 359.000.000 (Naik Rp 40 juta)
- (Model Wuling lainnya mengalami kenaikan serupa, menghilangkan harga di bawah Rp 200 juta)
Fluktuasi harga ini mencerminkan transisi besar dalam industri otomotif Indonesia menuju elektrifikasi yang mandiri. Konsumen dan pelaku industri harus siap menghadapi dinamika harga yang mungkin terus berubah seiring dengan upaya pabrikan memenuhi target lokalisasi dan TKDN yang ditetapkan pemerintah.