Uptodai.com - Produsen kendaraan listrik asal Vietnam, VinFast Indonesia, semakin memantapkan langkah ekspansinya di Tanah Air. Perusahaan ini memastikan sejumlah model mobil listrik akan dirakit secara lokal di pabrik miliknya yang berlokasi di Subang, Jawa Barat. Langkah tersebut sekaligus menandai komitmen VinFast dalam mendukung pengembangan industri kendaraan listrik nasional.

CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto, mengungkapkan bahwa pada tahap awal, perusahaan akan memproduksi beberapa model andalan yang sudah diperkenalkan ke pasar global. Model-model tersebut mencakup VF3, VF5, VF6, VF7, serta satu model MPV listrik yang direncanakan segera meluncur.

“Untuk tahap awal, model yang akan dirakit di Subang adalah VF3, VF5, VF6, VF7, dan juga MPV yang akan segera kami perkenalkan,” ujar Kariyanto saat ditemui di Bali, Minggu.

Meski demikian, VinFast masih belum mengungkapkan detail spesifikasi dari MPV listrik tersebut. Namun, Kariyanto memastikan kendaraan ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan keluarga Indonesia. MPV listrik VinFast dikonfirmasi mampu menampung setidaknya tujuh penumpang, sehingga menyasar segmen kendaraan keluarga yang selama ini cukup dominan di pasar otomotif nasional.

Langkah VinFast memproduksi MPV listrik di dalam negeri dinilai strategis. Pasalnya, segmen MPV masih menjadi tulang punggung penjualan mobil di Indonesia. Dengan menghadirkan versi listriknya, VinFast berpeluang menjangkau konsumen yang ingin beralih ke kendaraan ramah lingkungan tanpa mengorbankan fungsi dan kapasitas.

Pabrik perakitan mobil listrik VinFast di Subang sendiri telah diresmikan pada 15 Desember 2025. Fasilitas ini berdiri di atas lahan seluas 171 hektare, menjadikannya salah satu kawasan industri otomotif terbesar yang khusus difokuskan pada kendaraan listrik.

Pada tahap awal operasional, pabrik tersebut dirancang memiliki kapasitas produksi hingga 50.000 unit kendaraan per tahun. Meski begitu, VinFast menegaskan bahwa angka produksi tidak akan dipaksakan. Realisasi output akan disesuaikan dengan kondisi pasar serta tingkat permintaan konsumen di Indonesia.

“Produksi akan kami sesuaikan dengan kebutuhan pasar. Jadi tidak semata-mata mengejar kapasitas maksimal,” jelas Kariyanto.

Adapun kegiatan produksi kendaraan listrik di fasilitas Subang ditargetkan mulai berjalan pada Maret 2026. Target ini sekaligus menjadi tonggak penting bagi VinFast dalam membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, mulai dari perakitan hingga distribusi.

Sebelumnya, pada 31 Oktober 2025, Kariyanto juga menegaskan bahwa pabrik Subang pada tahap awal memang difokuskan untuk memenuhi pasar domestik. Hal ini sejalan dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik, seiring dukungan pemerintah melalui berbagai insentif dan kebijakan.

Meski demikian, VinFast tidak menutup kemungkinan untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi regional. Kendaraan listrik yang dirakit di Subang berpotensi diekspor ke negara lain, terutama jika permintaan dalam negeri telah terpenuhi dan kapasitas produksi memungkinkan.

“Pada prinsipnya, kami membuka peluang ekspor. Namun, prioritas utama saat ini tetap pasar Indonesia,” tambahnya.

Keputusan VinFast membangun pabrik dan melakukan perakitan lokal juga dinilai dapat memberikan dampak positif bagi industri otomotif nasional. Selain menciptakan lapangan kerja, kehadiran pabrik ini diharapkan mampu mempercepat transfer teknologi serta meningkatkan daya saing Indonesia dalam rantai pasok kendaraan listrik global.

Dengan rencana produksi VF3 hingga MPV listrik tujuh penumpang, VinFast menunjukkan keseriusannya menjadikan Indonesia sebagai pasar strategis di Asia Tenggara. Ke depan, kehadiran mobil listrik rakitan lokal ini diharapkan dapat memperluas pilihan konsumen sekaligus mendorong percepatan adopsi kendaraan ramah lingkungan di Tanah Air.