Uptodai.com - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) tengah memacu progres pembangunan infrastruktur vital, khususnya pada proyek Tol Serang-Panimbang Seksi 2. Percepatan ini dilakukan demi memastikan kelancaran arus lalu lintas serta meningkatkan konektivitas regional, terutama menjelang periode Mudik Lebaran tahun 2026 mendatang.

Jalan tol ini memiliki peran strategis yang sangat besar dalam menopang pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Provinsi Banten. Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito (BW), menegaskan komitmen penuh perusahaan untuk menuntaskan proyek ini secara profesional dan tepat waktu sesuai target yang telah ditetapkan.

WIKA Kebut Progres Seksi 2 untuk Fungsional Mudik

Proyek ambisius Tol Serang-Panimbang terbagi menjadi tiga seksi utama. Seksi 1, yang membentang dari Serang hingga Rangkasbitung, telah beroperasi penuh sejak tahun 2021 dan sukses memfasilitasi mobilitas masyarakat serta distribusi logistik di wilayah tersebut.

Fokus utama WIKA saat ini tertuju pada Seksi 2, ruas Rangkasbitung-Cileles. Hingga laporan terakhir, progres konstruksi di lapangan telah mencapai angka 96,78%. Angka ini menunjukkan bahwa pembangunan sudah berada di tahap akhir penyelesaian fisik.

Ruas Tol Serang-Panimbang Seksi 2 ini ditargetkan dapat digunakan secara fungsional pada puncak periode Arus Mudik Lebaran 2026. Penggunaan fungsional ini sangat krusial untuk mengurai kepadatan lalu lintas di jalur arteri Banten selama musim liburan.

Setelah penggunaan fungsional saat Lebaran, Seksi 2 direncanakan beroperasi secara komersial penuh pada bulan Oktober 2026. Target operasional komersial ini menunjukkan keseriusan WIKA dalam memenuhi janji infrastruktur kepada publik dan pemangku kepentingan.

Tantangan dan Progres Seksi Akhir

Sementara itu, Seksi 3 yang menghubungkan Cileles hingga Panimbang juga menunjukkan perkembangan signifikan, meskipun memiliki tantangan konstruksi yang berbeda. Seksi ini dibagi lagi menjadi dua paket pekerjaan, yaitu Paket 3A dan 3B.

Paket 3A telah hampir rampung dengan progres mencapai 99,78%, menunjukkan bahwa bagian ini siap dioperasikan dalam waktu dekat. Sedangkan Paket 3B masih berada di angka 58,95% dan terus dikebut pengerjaannya.

Seluruh Seksi 3 ditargetkan selesai dan beroperasi penuh pada Semester II tahun 2027. Penyelesaian keseluruhan ruas tol ini akan melengkapi konektivitas Banten, menghubungkan wilayah perkotaan hingga ke kawasan wisata pantai di ujung barat Jawa.

Dampak Strategis Tol Serang-Panimbang terhadap Ekonomi Banten

Kehadiran Tol Serang-Panimbang bukan sekadar memangkas waktu tempuh, tetapi juga menjadi katalisator penting bagi perekonomian lokal. Jalan tol ini secara langsung akan meningkatkan konektivitas antara kawasan perkotaan, sentra industri, dan destinasi wisata unggulan di Banten, khususnya akses menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung.

Mobilitas masyarakat akan menjadi jauh lebih lancar, begitu pula distribusi logistik dari dan menuju kawasan industri. Hal ini diharapkan mampu memicu munculnya pusat-pusat ekonomi baru di sepanjang koridor tol, menciptakan pemerataan pembangunan.

Berdasarkan studi kelayakan yang dilakukan Kementerian PU pada tahun 2017, proyek ini diproyeksikan mampu menyumbang pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten sebesar 1 hingga 1,5%. Pembangunan ini sejalan dengan Asta Cita ke-6, yaitu mewujudkan pemerataan pembangunan yang berkeadilan di seluruh wilayah Indonesia.

Dalam proses eksekusinya, WIKA telah menyelesaikan berbagai pekerjaan teknis utama, termasuk pembangunan jalan utama (main road), struktur pendukung seperti jembatan, sistem drainase yang canggih, serta pekerjaan tanah dan perkerasan. Semua dilaksanakan sesuai standar teknis tertinggi.

Agung BW menambahkan bahwa WIKA terus melakukan koordinasi intensif dengan seluruh pemangku kepentingan. Pengendalian ketat dilakukan pada aspek mutu, waktu, dan biaya, demi memastikan proyek berjalan optimal dan memberikan hasil terbaik bagi masyarakat pengguna jalan.