Uptodai.com - Pemerintah diminta untuk mengusut tuntas penyebab SD Negeri sepi peminat pada penerimaan peserta didik baru tahun ajaran ini. Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh sangat krusial agar fasilitas pendidikan negara dapat dimanfaatkan secara optimal. Pihaknya mendorong kementerian terkait untuk turun ke lapangan guna memetakan akar permasalahan yang terjadi di berbagai daerah.

Laporan mengenai fenomena penurunan jumlah siswa ini telah disampaikan oleh Komisi X DPR kepada pimpinan dewan. Berdasarkan indikasi awal, ada beberapa faktor penyulut seperti lokasi sekolah yang terlalu jauh dari pemukiman warga hingga persepsi kualitas pendidikan. Selain itu, pergeseran demografi di mana jumlah anak usia sekolah dasar di wilayah tertentu mulai menyusut juga menjadi sorotan utama.

Menanggapi hal tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kini tengah gencar melakukan pendataan sekolah bersangkutan. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa pihaknya mendata sekolah dasar yang memiliki total murid kurang dari 60 orang. Langkah ini penting sebagai landasan pengambilan kebijakan perbaikan di masa mendatang.

Langkah Strategis dan Kolaborasi Lintas Kementerian

Guna mengatasi krisis kuota pendaftaran ini, Kemendikdasmen telah berkoordinasi secara non-formal dengan Kementerian Dalam Negeri. Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyatakan rapat khusus bersama Mendagri Tito Karnavian akan segera digelar dalam waktu dekat. Sinergi ini sangat diperlukan mengingat pengelolaan dan operasional sekolah dasar negeri berada di bawah kewenangan pemerintah daerah setempat.

Di luar masalah fasilitas dan zonasi, pakar pendidikan menilai meningkatnya minat masyarakat terhadap sekolah swasta berbasis keagamaan atau kurikulum internasional turut memengaruhi fenomena ini. Banyak orang tua kini lebih memprioritaskan kualitas kurikulum, kelengkapan sarana prasarana, serta pembentukan karakter anak. Akibatnya, keberadaan sekolah dasar negeri yang stagnan tanpa inovasi semakin ditinggalkan oleh calon murid.

Opsi penggabungan sekolah atau regrouping menjadi salah satu solusi rasional jika jumlah siswa di suatu sekolah terus merosot. Namun, pemerintah daerah harus memastikan proses penggabungan tersebut tidak mengorbankan akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah terpencil. Evaluasi menyeluruh diharapkan melahirkan strategi pembenahan mutu pendidikan dasar secara merata di seluruh Indonesia.