Uptodai.com - Era baru pariwisata ekstrem telah tiba, ditandai dengan pengumuman resmi harga tiket wisata luar angkasa China. Perusahaan antariksa swasta Tiongkok, InterstellOr, kini membuka pemesanan bagi masyarakat yang ingin merasakan sensasi melampaui Garis Karman.

Langkah ambisius ini menempatkan Tiongkok sebagai pesaing serius dalam industri wisata suborbital global. Pengumuman tersebut datang seiring dengan diperkenalkannya versi eksperimental skala penuh kapsul awak CYZ1 (ChuanYueZhe 1) pada awal tahun 2026.

Kapsul CYZ1 dirancang khusus untuk membawa penumpang ke ketinggian 100 kilometer di atas permukaan Bumi. Di ketinggian tersebut, wisatawan akan mencicipi pengalaman unik kondisi mikrogravitasi selama beberapa menit sebelum kembali ke Bumi.

Harga Tiket Wisata Luar Angkasa China dan Detail Reservasi

Berdasarkan laporan yang beredar, InterstellOr mematok biaya perjalanan antariksa Tiongkok sekitar 3 juta yuan per orang. Jumlah fantastis ini setara dengan kurang lebih Rp 7,3 miliar, menggunakan kurs saat ini.

Untuk mengamankan kursi, calon penumpang diwajibkan membayar uang muka sebesar 10% dari total harga tiket wisata luar angkasa China. Meskipun pemesanan sudah dibuka, perusahaan mengingatkan bahwa jadwal penerbangan perdana masih sangat bergantung pada hasil uji coba dan proses sertifikasi keamanan yang ketat.

InterstellOr sendiri menargetkan penerbangan berawak pertamanya dapat terlaksana pada tahun 2028. Sebagai bagian dari tahapan pengembangan wahana, perusahaan juga baru saja melakukan uji coba sistem peredam pendaratan untuk memastikan keamanan maksimal bagi penumpang.

Penumpang Selebritas Memperkuat Promosi

Guna mempromosikan layanan ini ke khalayak luas, InterstellOr telah menggandeng aktor ternama China, Johnny Huang Jingyu, sebagai penumpang selebritas pertama. Huang Jingyu dijadwalkan terbang sebagai penumpang bernomor 009.

Selain itu, perusahaan juga mengumumkan partisipasi Lin Xiaoyan, seorang penyair China-Amerika. Lin Xiaoyan akan mencatatkan sejarah sebagai perempuan Tionghoa perantauan pertama yang ikut dalam penerbangan luar angkasa komersial ini.

Proyek Penerbangan Suborbital InterstellOr dan Rivalitas Global

Langkah InterstellOr ini mempertegas ambisi Negeri Tirai Bambu dalam mengejar ketertinggalan dari perusahaan antariksa Barat. Mereka mengikuti jejak Blue Origin milik Jeff Bezos, yang sudah lebih dulu aktif dalam penerbangan suborbital singkat dengan menerbangkan berbagai tokoh publik.

InterstellOr sendiri didirikan pada Januari 2023, berlokasi di Beijing, dan didukung oleh tim teknis yang memiliki pengalaman luas dalam program antariksa berawak China. Keberadaan tim ahli ini menjadi modal utama dalam pengembangan wahana CYZ1.

Persaingan di sektor wisata antariksa perusahaan China diprediksi akan semakin memanas dalam beberapa tahun ke depan. InterstellOr tidak sendirian dalam arena ini.

Dua rival domestik, CAS Space dan Deep Blue Aerospace, juga tengah mengembangkan layanan serupa. Kedua perusahaan tersebut fokus pada teknologi kapsul dan roket yang dapat digunakan kembali (reusable), menandakan masa depan industri antariksa komersial yang sangat kompetitif di Asia.