Uptodai.com - Dokumen internal FBI yang baru-baru ini dipublikasikan oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) mengungkap sisi gelap baru Jeffrey Epstein, termasuk fakta bahwa Jeffrey Epstein sumbang militer Israel melalui organisasi nirlaba. Pengungkapan ini menambah lapisan kontroversi pada kasus terpidana kejahatan seksual yang meninggal di penjara tersebut.

Jutaan halaman arsip yang dirilis pekan lalu tidak hanya merinci jaringan kejahatan seksual Epstein, tetapi juga memunculkan dugaan kuat mengenai keterlibatan pria itu dalam aktivitas intelijen lintas negara. Fokus utama perhatian publik kini tertuju pada hubungan finansialnya yang tersembunyi dengan lembaga-lembaga pro-Israel.

Bukti Transfer Dana ke Organisasi Pro-Israel

Catatan finansial dalam dokumen tersebut secara eksplisit menunjukkan transfer dana signifikan dari Epstein ke dua entitas utama yang memiliki afiliasi kuat dengan Israel. Salah satunya adalah Friends of Israel Defense Forces (FIDF), sebuah organisasi yang secara terbuka menggalang dana amal bagi para tentara Israel di Amerika Serikat.

Epstein tercatat mengirimkan sumbangan sebesar US$25.000 kepada FIDF. Organisasi ini mengklaim diri sebagai entitas resmi yang berwenang mengumpulkan donasi bagi para personel militer Israel di AS, menjadikannya target sumbangan yang strategis.

Selain FIDF, Epstein juga menyalurkan US$15.000 kepada Jewish National Fund (JNF). JNF merupakan organisasi pembangunan permukiman yang menyatakan misinya adalah “memberikan semua generasi Yahudi suara yang unik dalam membangun masa depan yang makmur bagi tanah Israel dan rakyatnya.”

Sumbangan ini memperkuat spekulasi bahwa Epstein memiliki hubungan erat dengan lingkaran politik dan militer Israel. Meskipun donasi tersebut secara teknis bersifat amal, konteks keseluruhan kasus Epstein membuat transfer dana ini dilihat sebagai bagian dari jaringan pengaruh yang lebih luas dan kompleks.

Spekulasi Agen Mossad: Pengakuan Informan Rahasia FBI

Bagian paling mengejutkan dari Dokumen FBI Jeffrey Epstein adalah kesaksian dari seorang informan rahasia pemerintah, yang disebut sebagai confidential human source (CHS). Informan tersebut mengaku sangat yakin bahwa Epstein bekerja sebagai mata-mata Israel.

Laporan internal pemerintah, sebagaimana dikutip oleh Anadolu Agency, merinci percakapan yang melibatkan pengacara Epstein, Alan Dershowitz. Dershowitz diduga pernah menyampaikan kepada Jaksa Federal Distrik Selatan Florida saat itu, Alexander Acosta, bahwa Epstein “tergabung dalam dinas intelijen AS dan sekutunya.”

CHS bahkan membagikan rekaman panggilan telepon antara Dershowitz dan Epstein. Dalam rekaman tersebut, Dershowitz mencatat berbagai hal, dan setelah panggilan itu, agen Mossad akan menghubungi Dershowitz untuk memberikan pengarahan lanjutan mengenai informasi yang dibagikan.

Hubungan dengan Mantan PM Israel

Klaim bahwa Epstein adalah agen Mossad semakin diperkuat dengan kedekatannya pada figur politik senior Israel. Dokumen tersebut menyebutkan bahwa Epstein memiliki hubungan erat dengan mantan Perdana Menteri Israel, Ehud Barak.

Informan rahasia itu meyakini bahwa Epstein dilatih secara spesifik sebagai mata-mata di bawah bimbingan Barak. Fakta ini menambah bobot pada teori konspirasi yang telah lama beredar mengenai peran Epstein sebagai operator intelijen global.

Menariknya, dokumen tersebut juga mencatat pandangan Barak yang meyakini bahwa Benjamin Netanyahu adalah seorang “penjahat.” Hal ini menunjukkan bahwa Epstein tidak hanya terlibat dalam satu faksi politik tertentu, melainkan memiliki akses ke berbagai kubu yang saling bersaing.

Keyakinan CHS bahwa Epstein adalah agen Mossad yang direkrut muncul di tengah situasi rivalitas regional yang melibatkan Israel. Namun, seperti yang sering terjadi dalam kasus sensitif intelijen, klaim tersebut langsung dibantah keras oleh pihak Perdana Menteri Israel dan pejabat terkait, menegaskan bahwa tidak ada hubungan resmi antara Epstein dan dinas rahasia negara tersebut.