Ilmuwan China Ciptakan Baterai Mobil Listrik dari Plastik yang Aman
Uptodai.com - Baterai mobil listrik dari plastik kini bukan lagi sekadar imajinasi fiksi ilmiah setelah para ilmuwan asal China berhasil mempublikasikan temuan revolusioner mereka. Terobosan ini muncul di tengah persaingan global untuk mencari alternatif material baterai yang lebih murah, ringan, dan tentunya ramah lingkungan.
Tim peneliti gabungan dari Tianjin University dan South China University of Technology memperkenalkan inovasi ini melalui jurnal ilmiah bergengsi, Nature, pada Februari 2026. Mereka berhasil menciptakan komponen baterai yang tidak lagi bergantung pada penggunaan logam berat yang langka dan mahal.
Material Polimer PBFDO sebagai Pengganti Logam Berat
Selama ini, industri kendaraan listrik sangat bergantung pada pasokan kobalt dan nikel untuk pembuatan katoda baterai. Namun, kedua material tersebut memiliki tantangan besar mulai dari biaya penambangan yang tinggi hingga isu kerusakan lingkungan yang masif di berbagai belahan dunia.
Sebagai solusinya, Profesor Xun Yinhua dan Profesor Huang Fei mengembangkan material polimer organik bernama PBFDO. Material ini memiliki karakteristik fisik yang menyerupai plastik namun mampu menghantarkan serta menyimpan energi listrik dengan sangat efisien.
Penggunaan polimer organik ini diklaim jauh lebih berkelanjutan karena ilmuwan dapat memproduksinya secara sintetis di laboratorium. Hal ini tentu memangkas ketergantungan industri otomotif terhadap aktivitas tambang bawah tanah yang seringkali merusak ekosistem alam.
Performa Setara Lithium-ion dengan Keamanan Ekstrem
Banyak pihak awalnya meragukan performa material organik dalam menyimpan energi listrik untuk kebutuhan otomotif yang besar. Namun, pengujian pada sel baterai tipe pouch menunjukkan angka kepadatan energi yang sangat impresif, yakni mencapai 250 Wh/kg.
Angka tersebut membuktikan bahwa baterai mobil listrik dari plastik ini mampu bersaing langsung dengan baterai lithium-ion canggih yang saat ini mendominasi pasar global. Selain kapasitas daya yang besar, aspek keamanan menjadi keunggulan mutlak dari teknologi polimer organik ini dibandingkan baterai konvensional.
Dalam simulasi uji tusuk menggunakan jarum tajam, sel baterai plastik ini tidak mengeluarkan asap maupun mengalami perubahan bentuk yang ekstrem. Hasil ini memberikan angin segar bagi industri otomotif yang seringkali dihantui oleh risiko kebakaran baterai saat kendaraan mengalami kecelakaan hebat.
Ketahanan Suhu dan Fleksibilitas Desain Masa Depan
Keunggulan lain yang tidak dimiliki oleh baterai berbasis logam adalah kemampuannya beroperasi dalam rentang suhu yang sangat lebar. Teknologi baterai organik polimer ini tetap bekerja optimal pada suhu beku -70 derajat Celsius hingga suhu panas ekstrem mencapai 80 derajat Celsius.
Karena struktur dasarnya yang berbasis polimer, baterai ini memiliki sifat fisik yang sangat fleksibel dan elastis. Para peneliti menyebutkan bahwa komponen ini bisa ditekuk, ditekan, bahkan diregangkan berkali-kali tanpa merusak fungsi penyimpanan energinya sedikit pun.
Fleksibilitas luar biasa ini memungkinkan para desainer otomotif untuk merancang bentuk kendaraan yang lebih aerodinamis dan efisien di masa depan. Baterai tidak lagi harus berbentuk kotak kaku yang berat di bawah lantai mobil, melainkan bisa mengikuti kontur rangka kendaraan itu sendiri.
Inovasi teknologi baterai kendaraan listrik terbaru ini diprediksi akan mengubah peta persaingan industri otomotif global dalam beberapa tahun ke depan. China sekali lagi membuktikan dominasinya dalam riset energi terbarukan yang siap menggeser penggunaan bahan bakar fosil secara total.