Layanan Mudik Pertamina 2026: 4 Pilar Energi dan Fasilitas Gratis
Uptodai.com - Layanan mudik Pertamina 2026 secara resmi diperkuat melalui empat pilar strategis guna menjamin kelancaran arus lalu lintas selama masa Lebaran mendatang. PT Pertamina Patra Niaga mengusung tema “Energi untuk Melangkah Penuh Harapan” sebagai komitmen dalam melayani masyarakat. Perusahaan memastikan bahwa seluruh kebutuhan energi, baik BBM maupun LPG, akan terpenuhi di setiap titik jalur mudik.
Empat pilar utama yang disiapkan mencakup layanan energi, layanan wilayah atensi, program promosi, serta penyediaan fasilitas tambahan bagi pemudik. Pertamina Patra Niaga telah melakukan pemetaan mendalam terhadap jalur-jalur krusial yang diprediksi mengalami lonjakan volume kendaraan. Fokus utama mereka adalah memastikan distribusi energi tetap berjalan tanpa hambatan meski terjadi kemacetan parah.
Menjamin Ketersediaan Stok BBM dan LPG di Seluruh Jalur
Untuk mendukung kelancaran distribusi, Pertamina Patra Niaga menyiagakan ribuan infrastruktur di berbagai wilayah strategis. Tercatat sebanyak 7.885 SPBU telah siap beroperasi, di mana 2.074 unit di antaranya akan melayani konsumen selama 24 jam penuh. Selain itu, terdapat 6.777 unit Pertashop yang tersebar untuk memperluas jangkauan akses BBM bagi masyarakat di daerah terpencil.
Kebutuhan rumah tangga juga menjadi prioritas utama selama masa libur Idulfitri 2026. Pertamina menyediakan 6.662 Agen LPG, dengan 6.300 di antaranya ditetapkan sebagai Agen Siaga yang beroperasi 24 jam. Infrastruktur pendukung lainnya meliputi 757 SPBE dan 223 Agen Minyak Tanah yang disiagakan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan domestik.
Skema Layanan Modular untuk Mengantisipasi Lonjakan Konsumsi
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun, mengungkapkan bahwa pihaknya menerapkan skema layanan tambahan yang sangat fleksibel. Di jalur-jalur potensial seperti jalan tol dan area wisata, Pertamina menyiagakan 96 layanan modular BBM. Langkah ini diambil untuk mempercepat proses pengisian bahan bakar tanpa harus mengandalkan bangunan SPBU permanen.
Selain modular, terdapat 62 Kios Pertamina Siaga yang tersebar di 64 titik lokasi strategis sepanjang jalur lintas utama. Pertamina juga menyiapkan 200 unit mobil tangki yang bersiaga sebagai cadangan suplai BBM jika terjadi keterlambatan pengiriman akibat macet. Kehadiran unit modular ini menjadi solusi cerdas untuk memecah antrean panjang di SPBU reguler yang sering terjadi saat puncak arus mudik.
Fasilitas Istirahat Serambi MyPertamina yang Semakin Lengkap
Tidak hanya fokus pada bahan bakar, layanan mudik Pertamina 2026 juga memperhatikan aspek kesehatan dan kenyamanan fisik para pemudik. Pertamina menghadirkan 41 unit Serambi MyPertamina yang berlokasi di rest area, bandara, pelabuhan, hingga jalur wisata. Fasilitas ini dapat dinikmati oleh masyarakat secara gratis sebagai tempat beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.
Fasilitas di dalam Serambi MyPertamina tergolong sangat lengkap, mulai dari musala, mini klinik, hingga layanan medical check-up. Bagi keluarga yang membawa anak, tersedia kids corner dan kursi pijat untuk melepas lelah bagi para pengemudi. Menariknya, tahun ini Pertamina juga menyediakan layanan unik seperti barbershop, skin check, hingga sunscreen dispenser untuk melindungi kulit pemudik dari cuaca panas.
Bantuan Darurat Motoris dan Layanan Towing Gratis
Kondisi darurat di tengah kemacetan sering kali menjadi momok bagi para pemudik, terutama saat kendaraan kehabisan bahan bakar. Mengantisipasi hal tersebut, Pertamina menyiagakan layanan motoris atau Pertamina Delivery Service (PDS) yang bergerak lincah di jalur padat. Layanan ini memungkinkan pemudik mendapatkan pasokan BBM darurat langsung di lokasi kendaraan mereka berhenti.
Selain motoris, Pertamina juga menyediakan armada ambulans yang siaga di lokasi Serambi MyPertamina untuk kebutuhan medis mendesak. Layanan tambahan lainnya meliputi porter gratis di sejumlah bandara serta layanan towing dan service car gratis bagi kendaraan yang mengalami kendala teknis. Semua fasilitas ini dirancang agar masyarakat tidak hanya sampai ke tujuan dengan selamat, tetapi juga dalam kondisi fisik yang prima.