Uptodai.com - Peran UMKM ekonomi kreatif menjadi strategi krusial bagi Indonesia untuk membentengi stabilitas domestik di tengah eskalasi konflik dunia yang kian memanas. Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menggarisbawahi pentingnya sektor ini sebagai penyangga utama saat ketegangan geopolitik global meningkat secara signifikan.

Menurut Riefky, dinamika politik internasional seperti konflik di kawasan Timur Tengah bukan sekadar isu luar negeri yang jauh dari jangkauan masyarakat. Dampaknya secara nyata dapat merembet hingga ke biaya hidup masyarakat di tanah air melalui gangguan rantai pasok dan fluktuasi harga energi global.

Pemerintah terus memantau perkembangan situasi ini agar dapat menyiapkan langkah mitigasi yang tepat bagi para pelaku usaha kecil dan menengah. Penguatan daya saing lokal menjadi kunci agar ekonomi tetap bergerak stabil meski pasar internasional sedang mengalami guncangan hebat akibat peperangan.

Ketegangan Geopolitik Global dan Dampaknya bagi Indonesia

Situasi geopolitik yang tidak menentu, termasuk peperangan di berbagai belahan dunia, memberikan tekanan besar pada kondisi ekonomi nasional secara menyeluruh. Riefky menjelaskan bahwa kenaikan biaya logistik dan harga bahan baku seringkali menjadi efek domino yang tidak terelakkan dari konflik bersenjata.

“Kita harus memperkuat ekonomi dalam negeri untuk menghadapi situasi ini,” ujar Riefky saat menghadiri sebuah acara di Jakarta, Rabu (4/3/2026). Ia menekankan bahwa kemandirian ekonomi menjadi benteng pertahanan terakhir ketika jalur perdagangan global mulai terganggu oleh kepentingan politik negara-negara besar.

Kementerian Ekonomi Kreatif kini tengah merancang berbagai skema proteksi agar pelaku usaha lokal tidak tergerus oleh ketidakpastian global. Langkah ini mencakup penyediaan akses permodalan yang lebih mudah serta pendampingan intensif bagi para pengusaha kreatif di seluruh penjuru nusantara.

Sektor Kreatif sebagai Tulang Punggung Ekonomi Nasional

Salah satu strategi utama pemerintah adalah mendorong sektor ekonomi kreatif dan UMKM agar benar-benar menjadi tulang punggung perekonomian nasional yang tangguh. Sejarah mencatat bahwa sektor ini telah terbukti mampu bertahan dan menopang ekonomi Indonesia saat menghadapi berbagai krisis besar di masa lalu.

Ketangguhan UMKM terlihat jelas saat pandemi melanda, di mana unit usaha kecil mampu beradaptasi lebih cepat dibandingkan perusahaan berskala besar. Riefky optimis bahwa dengan dukungan yang tepat, sektor kreatif akan kembali menunjukkan taringnya dalam menjaga pertumbuhan ekonomi tetap positif.

Pemerintah juga mengharapkan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pihak swasta, perbankan, hingga kalangan akademisi untuk memperkuat ekosistem ini. Sinergi yang kuat antarlembaga akan menciptakan jaring pengaman ekonomi yang lebih solid bagi para pelaku industri kreatif di tanah air.

Peluang Ekspor Produk Lokal ke Pasar Timur Tengah

Selain fokus pada penguatan pasar domestik, pemerintah tetap melihat adanya celah peluang ekspor produk ekonomi kreatif ke pasar global. Kawasan Timur Tengah, meski sedang dilanda konflik, tetap menjadi pasar yang sangat potensial bagi produk-produk unggulan asal Indonesia.

Beberapa subsektor seperti kuliner, fesyen, dan kriya memiliki daya tarik yang sangat tinggi bagi konsumen di wilayah tersebut. Riefky menyebutkan bahwa banyak produk fesyen muslim dan kuliner khas Indonesia yang mulai mendapatkan tempat di hati masyarakat Timur Tengah.

“Subsektor kuliner dan fesyen kreatif kita saat ini sudah cukup banyak menembus pasar internasional di sana,” tambahnya dengan nada optimis. Ekspansi pasar ini diharapkan dapat menambah devisa negara sekaligus memperkenalkan identitas budaya Indonesia ke kancah dunia yang lebih luas.

Penguatan Literasi Digital untuk Pelaku Usaha

Menteri Riefky juga menyoroti betapa pentingnya peningkatan literasi digital bagi para pelaku usaha agar mampu bersaing di era modern. Pemanfaatan platform digital memungkinkan UMKM menjangkau pelanggan tanpa terbatas oleh sekat-sekat geografis yang ada saat ini.

Pelatihan digital yang melibatkan kolaborasi pemerintah dan sektor swasta terus digencarkan untuk meningkatkan kapasitas bisnis para pengusaha kecil. Melalui teknologi, pelaku usaha dapat mengelola stok, pemasaran, hingga transaksi keuangan dengan jauh lebih efisien dan transparan.

Transformasi digital ini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan bagi UMKM untuk tetap relevan dan kompetitif di tengah persaingan global yang ketat. Dengan literasi yang baik, para pelaku ekonomi kreatif diharapkan mampu mengubah tantangan geopolitik menjadi peluang pertumbuhan yang berkelanjutan.