Uptodai.com - Minat investor asing SBN menunjukkan tren positif yang signifikan sepanjang awal tahun 2026 ini. Fenomena tersebut mencerminkan kepercayaan pelaku pasar internasional terhadap ketahanan ekonomi nasional yang tetap kokoh. Meskipun kondisi keuangan global sedang dihantam ketidakpastian, daya tarik aset investasi Indonesia rupanya belum pudar.

Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung, memaparkan data terbaru tersebut dalam konferensi pers APBN Kita di Jakarta pada Rabu (11/3/2026). Ia menegaskan bahwa aliran modal asing ke dalam Surat Berharga Negara (SBN) masih terjaga dengan sangat baik. Pemerintah melihat hal ini sebagai sinyal positif bagi stabilitas fiskal negara ke depan.

Rasio Penawaran Masuk Lampaui Capaian Tahun Lalu

Indikator utama yang menunjukkan tingginya minat investor asing SBN terlihat dari angka bid to cover ratio yang cukup impresif. Untuk instrumen Surat Utang Negara (SUN), rasio penawaran yang masuk tercatat mencapai 2,4 kali lipat dari target. Sementara itu, Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) mencatatkan angka yang lebih tinggi, yakni sebesar 2,8 kali lipat.

Juda mengungkapkan bahwa pencapaian angka-angka tersebut menunjukkan peningkatan yang cukup kontras jika dibandingkan dengan periode tahun lalu. Tingginya permintaan ini membuktikan bahwa para pengelola dana global masih melihat Indonesia sebagai tempat yang aman. Mereka tetap percaya pada fundamental ekonomi domestik meski dinamika pasar luar negeri sangat fluktuatif.

Pemerintah menilai kepercayaan ini bukan tanpa alasan, melainkan hasil dari disiplin fiskal yang terus dijaga secara ketat. Pengelolaan utang yang transparan dan akuntabel menjadi kunci utama menarik minat para pemodal kakap. Dengan demikian, pemerintah memiliki ruang yang lebih luas dalam mengelola pembiayaan pembangunan nasional.

Strategi Penerbitan Obligasi Global Dual Currency

Selain mengandalkan pasar domestik, pemerintah juga sukses melakukan penetrasi ke pasar keuangan global pada Februari lalu. Langkah strategis ini melibatkan penerbitan obligasi dalam dua mata uang asing yang berbeda atau skema dual currency. Pemerintah menawarkan surat utang dalam denominasi Renminbi offshore (CNH) dan Euro untuk menjangkau basis investor yang lebih luas.

Obligasi dalam mata uang Renminbi berhasil terserap senilai 9,25 miliar CNH dengan tingkat imbal hasil yang sangat kompetitif, yakni di kisaran 2% hingga 3%. Di sisi lain, obligasi berdenominasi Euro juga mencatatkan hasil yang memuaskan dengan nilai mencapai 2,7 miliar Euro. Instrumen ini ditawarkan dengan tingkat yield atau imbal hasil pada rentang 4% sampai 5%.

Langkah diversifikasi mata uang ini bertujuan untuk memitigasi risiko ketergantungan pada satu jenis valuta asing saja. Selain itu, strategi ini juga memperkuat posisi Indonesia dalam peta investasi global, khususnya di kawasan Asia dan Eropa. Keberhasilan ini sekaligus membuktikan bahwa instrumen utang Indonesia memiliki likuiditas yang baik di mata dunia.

Dinamika Yield dan Spread Terhadap US Treasury

Meskipun minat tetap tinggi, Juda Agung tidak menampik bahwa perkembangan pasar SBN masih terpengaruh oleh volatilitas global. Secara year-to-date, imbal hasil SBN mengalami kenaikan sekitar 55 basis poin yang dipicu oleh sentimen pasar internasional. Kondisi ini secara otomatis mendorong pelebaran spread atau selisih imbal hasil SBN terhadap US Treasury.

Berdasarkan data per 6 Maret 2026, spread SBN tenor 10 tahun terhadap US Treasury berada di level 243 basis poin. Angka ini merupakan bagian dari penyesuaian wajar terhadap kondisi pasar global yang sedang mencari keseimbangan baru. Pemerintah terus memantau pergerakan ini agar beban bunga utang tetap berada dalam batas yang aman.

Walaupun terjadi pelebaran, Juda menekankan bahwa posisi spread Indonesia masih berada pada level yang sangat kompetitif dibandingkan negara berkembang lainnya. Pemerintah berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sinergi antarlembaga ini sangat krusial untuk memastikan stabilitas pasar keuangan domestik tetap terjaga dari guncangan eksternal.