Uptodai.com - Serangan suporter Arsenal ke pendukung Everton menjadi sorotan tajam setelah laga pekan ke-29 Liga Inggris berakhir dengan tensi tinggi. Penyerang Everton, Thierno Barry, mengungkapkan kekecewaannya melalui media sosial terkait perlakuan buruk yang menimpa kerabatnya di tribun penonton.

Peristiwa tidak menyenangkan ini terjadi di tengah atmosfer panas Stadion Emirates, London, pada Sabtu (14/3/2026) waktu setempat. Laga tersebut berakhir dengan kemenangan tuan rumah Arsenal lewat skor meyakinkan 2-0 atas tim tamu berjuluk The Toffees.

Thierno Barry yang baru masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-69 tidak menyangka pertandingan tersebut akan menyisakan trauma bagi orang-orang terdekatnya. Melalui unggahan di Instagram pribadinya, pemain berusia 22 tahun itu membagikan bukti visual berupa video yang menunjukkan situasi mencekam di tribun.

Kronologi Dugaan Serangan Suporter di Stadion Emirates

Dalam rekaman video yang beredar, terlihat sekelompok orang yang diduga merupakan rekan-rekan Barry menjadi sasaran intimidasi oleh oknum pendukung tuan rumah. Thierno Barry menegaskan bahwa tindakan semacam ini sangat mencederai nilai-nilai sportivitas dalam sepak bola profesional.

Pemain asal Prancis tersebut merasa sangat kecewa karena niat baiknya mengajak teman-teman untuk menikmati pertandingan justru berakhir dengan insiden yang membahayakan. Ia menilai perilaku oknum tersebut sangat tidak bertanggung jawab dan merusak citra kompetisi kasta tertinggi Inggris.

“Perilaku seperti ini tidak bisa diterima di dalam stadion manapun. Saya membawa teman-teman saya untuk menikmati pertandingan, tetapi semuanya justru rusak karena ulah beberapa orang,” tulis Barry dalam unggahan yang dikutip dari laman Football London.

Ia menambahkan bahwa sepak bola seharusnya menjadi ruang yang aman dan penuh rasa hormat bagi semua pihak, baik bagi pemain di lapangan maupun penonton di tribun. Barry mendesak agar otoritas terkait memberikan perhatian serius terhadap masalah keamanan pengunjung stadion.

Evakuasi dan Pengawalan Ketat Pihak Keamanan

Situasi yang semakin tidak kondusif memaksa petugas keamanan klub Arsenal dan pihak kepolisian turun tangan secara langsung. Teman-teman Barry serta beberapa pendukung Everton lainnya terpaksa harus dievakuasi lebih awal dari area tribun demi keselamatan mereka.

Langkah ini diambil guna menghindari potensi bentrokan susulan atau aksi balasan dari kelompok suporter lain yang tersulut emosi. Para korban mendapatkan pengawalan ketat hingga keluar dari area stadion untuk memastikan mereka bisa pulang dalam keadaan selamat.

“Teman-teman saya dan orang-orang yang diserang harus dikawal oleh petugas keamanan klub Arsenal serta polisi. Hal ini dilakukan karena adanya kekhawatiran akan adanya aksi balasan dari pendukung lainnya,” jelas Barry lebih lanjut.

Respons Kepolisian London Terkait Insiden Kekerasan

Pihak Kepolisian London atau Metropolitan Police segera memberikan pernyataan resmi mengenai insiden kekerasan di Stadion Emirates tersebut. Saat ini, kepolisian tengah melakukan penyelidikan mendalam dengan mengumpulkan bukti-bukti dari kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian.

Seorang juru bicara kepolisian mengonfirmasi bahwa petugas dan steward stadion langsung merespons laporan adanya gangguan di tribun penonton. Meskipun situasi sempat memanas, pihak kepolisian melaporkan belum ada korban luka serius dalam kejadian tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai penangkapan oknum suporter yang terlibat dalam aksi serangan tersebut. Namun, pihak kepolisian memastikan akan menindak tegas siapa pun yang terbukti melakukan pelanggaran hukum di lingkungan stadion.

Kejadian ini menambah daftar panjang catatan keamanan dalam pertandingan besar di Liga Inggris. Manajemen Arsenal sendiri dikabarkan akan bekerja sama sepenuhnya dengan pihak berwenang untuk mengidentifikasi pelaku guna memberikan sanksi larangan masuk stadion secara permanen.