Uptodai.com - Rencana perjalanan Whoosh libur Lebaran 2026 kini telah matang dengan kesiapan operasional yang jauh lebih masif dibandingkan tahun sebelumnya. PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) berkomitmen memberikan pelayanan prima guna mengantisipasi lonjakan pemudik yang ingin menghindari kemacetan di jalur darat konvensional.

Manajemen KCIC memproyeksikan antusiasme masyarakat menggunakan moda transportasi modern ini akan terus meningkat secara signifikan. Hal ini terlihat dari tren volume penumpang yang selalu menunjukkan grafik positif setiap kali memasuki masa libur panjang nasional.

Peningkatan Frekuensi dan Kapasitas Penumpang

KCIC secara resmi mengumumkan akan mengoperasikan sebanyak 62 perjalanan kereta cepat Whoosh per hari selama masa angkutan Lebaran mendatang. Langkah strategis ini menyediakan total kapasitas mencapai 37.262 tempat duduk setiap harinya untuk melayani mobilitas masyarakat.

Secara akumulatif, proyeksi total penumpang selama 18 hari masa angkutan Lebaran 2026 diperkirakan menembus angka 301.000 orang. Sekretaris Perusahaan KCIC, Eva Chairunisa, menyebutkan bahwa rata-rata penumpang harian bisa mencapai 25 ribu orang.

Pihak manajemen memprediksi adanya kenaikan volume penumpang sekitar 4 persen jika kita bandingkan dengan periode Lebaran tahun lalu. Kenaikan ini dipicu oleh semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap efisiensi waktu yang ditawarkan oleh kereta cepat.

Pola Perjalanan dan Karakteristik Penumpang Mudik

Lonjakan penumpang Whoosh biasanya memiliki karakteristik yang unik dan berbeda dengan moda transportasi jarak jauh lainnya. Eva menjelaskan bahwa arus penumpang mulai memadat pada H-1 Lebaran dan terus berlanjut hingga H+1 serta masa libur usai.

Mayoritas pengguna memanfaatkan Whoosh untuk keperluan silaturahmi singkat antara wilayah Jakarta dan Bandung yang kini hanya memakan waktu 30 hingga 47 menit. Durasi yang sangat singkat ini memungkinkan masyarakat melakukan aktivitas ibadah di rumah masing-masing sebelum berangkat ke kota tujuan.

Fenomena ini mengubah cara masyarakat merayakan hari raya karena mereka tidak lagi terbebani oleh waktu tempuh yang lama. Banyak warga yang memilih sholat Ied di Jakarta, lalu langsung meluncur ke Bandung untuk makan siang bersama keluarga besar.

Selain urusan keluarga, lonjakan penumpang pada akhir masa libur Lebaran juga didominasi oleh sektor pariwisata. Masyarakat memanfaatkan sisa waktu libur untuk mengunjungi berbagai destinasi wisata populer di wilayah Bandung dan sekitarnya menggunakan akses Whoosh yang cepat.

Strategi Harga Tiket dan Kartu Langganan

Terkait kebijakan tarif, KCIC masih konsisten menerapkan skema dynamic pricing untuk memberikan fleksibilitas bagi para calon penumpang. Harga tiket maksimal untuk kelas premium ekonomi dibanderol pada kisaran Rp350.000 selama masa puncak liburan tersebut.

Bagi masyarakat yang berencana melakukan perjalanan rutin atau bolak-balik Jakarta-Bandung, KCIC menawarkan solusi hemat melalui Frequent Whoosher Card (FWC). Kartu langganan ini menjadi pilihan menarik karena menawarkan harga flat yang lebih terjangkau bagi pengguna setia.

Paket FWC untuk 6 kali perjalanan dijual dengan harga sekitar Rp1.725.000, sehingga biaya per perjalanan hanya jatuh di angka Rp225.000. Keunggulan utama kartu ini adalah harga tetap yang tidak terpengaruh oleh fluktuasi tarif saat peak season.

Meskipun harga tiket normal sedang menyentuh batas atas Rp350.000, pemegang kartu FWC tetap bisa menikmati perjalanan dengan tarif flat tersebut. Fasilitas ini diharapkan mampu menarik lebih banyak masyarakat untuk beralih menggunakan transportasi publik yang lebih efisien dan modern.