Uptodai.com - Cedera Noa Lang dan Victor Osimhen menjadi kabar duka yang menyelimuti skuad Galatasaray setelah melakoni laga berat di markas Liverpool. Pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2025/2026 tersebut berakhir dengan pil pahit bagi wakil asal Turki itu.

Bermain di Stadion Anfield pada Kamis (19/03/2026) dini hari WIB, Galatasaray harus mengakui keunggulan telak tuan rumah dengan skor 4-0. Kekalahan ini tidak hanya menghentikan langkah mereka di kompetisi Eropa, tetapi juga menyisakan masalah medis serius bagi dua pilar utama lini serang mereka.

Noa Lang Harus Segera Naik Meja Operasi

Kabar paling mengejutkan datang dari Noa Lang yang mengalami insiden mengerikan di penghujung babak kedua. Pemain asal Belanda tersebut kehilangan keseimbangan dan bertabrakan keras dengan papan reklame di pinggir lapangan Anfield. Benturan yang sangat keras itu membuat Lang langsung terkapar dan menunjukkan gestur kesakitan yang luar biasa.

Tim medis segera berlari ke lapangan untuk memberikan pertolongan darurat, termasuk memberikan bantuan oksigen kepada sang pemain. Suasana stadion yang semula riuh mendadak tegang saat melihat Lang harus ditandu keluar lapangan dengan kondisi yang mengkhawatirkan. Ia segera dilarikan ke rumah sakit terdekat di Liverpool untuk menjalani pemeriksaan radiologi intensif.

Pelatih Galatasaray, Okan Buruk, mengonfirmasi bahwa kondisi Noa Lang memerlukan tindakan medis yang cepat dan serius. Pihak klub secara resmi menyatakan bahwa Lang menderita luka robek dan kerusakan struktur pada ibu jari kanan yang cukup parah. Tim dokter memutuskan bahwa operasi segera adalah satu-satunya jalan untuk memulihkan kondisi fisik sang pemain.

Kondisi Victor Osimhen yang Mengkhawatirkan

Masalah Galatasaray semakin bertumpuk karena cedera Noa Lang dan Victor Osimhen terjadi dalam satu pertandingan yang sama. Osimhen, yang menjadi tumpuan di lini depan, sudah menunjukkan tanda-tanda masalah fisik sejak babak pertama. Ia terlibat benturan fisik yang sangat keras dengan bek tangguh Liverpool, Ibrahima Konate.

Benturan tersebut mengenai bagian lengan dan bahu Osimhen, yang membuatnya sempat mendapatkan perawatan di pinggir lapangan. Meskipun striker asal Nigeria itu memaksakan diri untuk terus bermain, pergerakannya terlihat sangat terbatas dan tidak maksimal. Tim medis Galatasaray kini terus memantau perkembangan kondisi lengan Osimhen untuk memastikan apakah ada keretakan tulang atau hanya memar otot yang parah.

Kehilangan Osimhen dalam jangka waktu lama tentu akan menjadi pukulan telak bagi ambisi Galatasaray di kompetisi domestik. Tanpa kehadiran sang predator di kotak penalti, ketajaman lini depan tim berjuluk Cimbom itu diprediksi akan menurun drastis. Manajemen klub berharap hasil pemindaian lanjutan tidak menunjukkan cedera yang mengharuskan Osimhen absen hingga akhir musim.

Dominasi Liverpool di Anfield Hancurkan Galatasaray

Di luar badai cedera yang menimpa tim tamu, Liverpool tampil sangat perkasa di hadapan pendukungnya sendiri. Skuad asuhan Arne Slot tersebut mendominasi penguasaan bola sejak peluit pertama dibunyikan oleh wasit. Gol-gol kemenangan The Reds masing-masing dicetak oleh Dominik Szoboszlai, Hugo Ekitike, Ryan Gravenberch, dan ditutup oleh aksi Mohamed Salah.

Kemenangan telak ini memastikan Liverpool melaju ke babak perempat final Liga Champions dengan agregat yang sangat meyakinkan. Para pemain Liverpool menunjukkan koordinasi yang solid, sementara Galatasaray tampak kesulitan mengimbangi kecepatan transisi tuan rumah. Sayangnya, kemenangan besar Liverpool ini harus diwarnai dengan insiden cedera pemain lawan yang cukup menyita simpati publik Anfield.

Kini, Galatasaray harus fokus pada pemulihan mental dan fisik para pemain mereka sekembalinya ke Turki. Fokus utama manajemen saat ini adalah memastikan proses operasi Noa Lang berjalan lancar di Liverpool sebelum sang pemain diizinkan terbang kembali. Para pendukung Galatasaray kini hanya bisa berharap agar badai cedera ini segera berlalu demi menjaga peluang mereka di liga domestik.