Uptodai.com - Perbandingan harga BBM RI dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara kini menunjukkan kontras yang semakin tajam di tengah fluktuasi pasar global. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat sejak Februari 2026 memicu lonjakan harga minyak mentah dunia secara signifikan. Kondisi ini memaksa sejumlah pemerintah di negara tetangga untuk segera menyesuaikan tarif bahan bakar di tingkat eceran guna menekan beban anggaran.

Malaysia menjadi salah satu negara yang melakukan penyesuaian harga secara berkala berdasarkan zona wilayah. Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Keuangan Malaysia, harga solar di wilayah Semenanjung mengalami kenaikan sebesar 80 sen menjadi RM5,52 per liter. Jika dikonversi ke dalam rupiah, harga tersebut setara dengan Rp23.607 per liter mengikuti kurs yang berlaku saat ini.

Meskipun demikian, pemerintah Malaysia menerapkan kebijakan harga yang berbeda untuk wilayah Sabah, Sarawak, dan Labuan. Di ketiga wilayah tersebut, harga bahan bakar solar terpantau masih stabil di level RM2,15 atau sekitar Rp9.194 per liter. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas ekonomi dan biaya logistik di wilayah yang memiliki karakteristik geografis khusus tersebut.

Lonjakan Harga Bensin RON 95 dan RON 97 di Malaysia

Selain solar, harga bensin nonsubsidi di Malaysia juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan bagi konsumen. Harga RON 97 melonjak sebesar 60 sen menjadi RM5,15 per liter atau setara dengan Rp22.023 per liter. Kenaikan ini berdampak langsung pada pengguna kendaraan mewah dan sektor industri yang mengandalkan bahan bakar oktan tinggi.

Sementara itu, bensin jenis RON 95 juga mengalami penyesuaian menjadi RM3,87 per liter atau sekitar Rp16.549 per liter. Namun, pemerintah Malaysia tetap memberikan perlindungan bagi masyarakat kelas menengah ke bawah melalui program subsidi khusus. Melalui program Budi95, harga RON 95 bersubsidi tetap dipertahankan pada level RM1,99 atau hanya Rp8.509 per liter.

Kementerian Keuangan Malaysia menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau tren harga minyak mentah global secara cermat. Pemerintah berkomitmen untuk mengambil langkah-langkah tepat demi memastikan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga di tengah ketidakpastian ekonomi. Penyesuaian harga eceran akan terus ditinjau dengan memprioritaskan stabilitas harga domestik.

Vietnam Alami Kenaikan Harga Solar Hingga Dua Kali Lipat

Kondisi yang jauh lebih ekstrem terlihat di Vietnam, di mana harga bahan bakar melonjak drastis dalam waktu singkat. Data dari Kementerian Perdagangan Vietnam menunjukkan bahwa harga solar telah naik lebih dari 105 persen sejak akhir Februari 2026. Lonjakan ini terjadi hanya berselang dua hari setelah eskalasi konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran memanas.

Pemerintah Vietnam menetapkan harga solar terbaru sebesar 39.660 dong per liter atau setara dengan Rp25.351 per liter. Angka ini naik sangat tajam dibandingkan harga bulan sebelumnya yang masih berada di kisaran 19.270 dong. Kenaikan yang mencapai dua kali lipat ini memberikan tekanan besar pada sektor transportasi dan distribusi barang di negara tersebut.

Tidak hanya solar, bensin jenis RON 95 di Vietnam juga mengalami kenaikan hampir 68 persen dari periode sebelumnya. Harga bensin tersebut kini menyentuh angka 33.840 dong per liter dari yang semula hanya 20.150 dong. Situasi ini menempatkan Vietnam sebagai salah satu negara dengan kenaikan harga BBM paling agresif di kawasan Asia Tenggara tahun ini.

Dampak Konflik Geopolitik Terhadap Ketahanan Energi Nasional

Kenaikan harga BBM di berbagai negara tetangga ini tidak terlepas dari dampak perang yang melibatkan kekuatan besar di Timur Tengah. Konflik tersebut mengganggu jalur pasokan minyak mentah global dan menciptakan kekhawatiran akan kelangkaan stok energi. Banyak negara kini mulai memperketat kebijakan energi mereka untuk menghadapi kemungkinan krisis yang lebih panjang.

Indonesia sendiri terus memantau pergerakan harga internasional untuk menentukan arah kebijakan subsidi energi ke depan. Pemerintah berupaya menjaga agar harga BBM di dalam negeri tetap kompetitif dan tidak membebani daya beli masyarakat secara berlebihan. Fokus utama saat ini adalah memastikan pasokan tetap aman sambil mengelola beban APBN yang terdampak kenaikan harga minyak dunia.

Secara keseluruhan, fenomena kenaikan harga di Malaysia dan Vietnam menjadi sinyal penting bagi stabilitas ekonomi regional. Masyarakat diharapkan mulai terbiasa dengan fluktuasi harga energi yang sangat bergantung pada kondisi keamanan global. Transformasi menuju energi alternatif juga menjadi topik yang semakin mendesak untuk dibahas guna mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.