Uptodai.com - Daftar negara pemakan ikan sapu-sapu ternyata cukup beragam meski spesies ini sering dianggap sebagai hama pengganggu di perairan tawar Indonesia. Masyarakat di tanah air umumnya menghindari ikan ini karena habitatnya yang sering berada di sungai tercemar dan tampilannya yang kurang menggugah selera.

Namun, di beberapa belahan dunia lain, ikan yang memiliki kulit keras menyerupai perisai ini justru menjadi komoditas pangan. Para penduduk lokal mengolahnya menjadi berbagai hidangan tradisional yang kaya akan protein hewani. Berikut adalah rincian wilayah yang lazim mengonsumsi ikan tersebut.

Negara di Kawasan Amerika Selatan yang Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Brasil menjadi salah satu negara yang menempatkan ikan sapu-sapu dalam daftar menu harian mereka, khususnya di wilayah Amazon. Masyarakat setempat menyebut ikan ini dengan nama acari dan sering menangkapnya langsung dari sungai. Mereka membakar atau merebus ikan ini karena dagingnya yang putih dianggap memiliki rasa yang cukup gurih.

Negara tetangganya, Peru, juga memiliki tradisi serupa dalam mengolah hasil sungai ini. Penduduk di pedalaman Amazon wilayah Peru kerap menjadikan ikan sapu-sapu sebagai bahan utama pembuatan sup tradisional. Tekstur dagingnya yang padat membuat ikan ini cocok dimasak dalam waktu lama bersama rempah-rempah lokal.

Kolombia tidak ketinggalan dalam daftar ini dengan sebutan lokal carachama untuk ikan sapu-sapu. Di sana, ikan ini menjadi bagian dari ketahanan pangan masyarakat pedesaan yang tinggal jauh dari pesisir laut. Selain dijadikan sup, carachama sering kali dibumbui dengan bumbu tradisional dan dipanggang di atas bara api.

Venezuela juga tercatat sebagai negara yang memanfaatkan keberadaan ikan ini di perairan tawar mereka. Melimpahnya populasi ikan sapu-sapu di sungai-sungai lokal menjadikannya alternatif protein yang murah dan mudah didapat. Hal ini sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

Fenomena Pez Diablo di Meksiko

Berbeda dengan negara-negara di Amerika Selatan, Meksiko memiliki alasan unik di balik konsumsi ikan sapu-sapu di dunia. Di negara ini, ikan tersebut dikenal dengan julukan pez diablo atau “ikan iblis” karena sifatnya yang sangat invasif. Keberadaan ikan ini sempat merusak ekosistem lokal dan mematikan mata pencaharian nelayan tradisional.

Pemerintah dan organisasi lingkungan di Meksiko akhirnya mendorong masyarakat untuk mulai mengonsumsi ikan iblis ini. Langkah tersebut diambil sebagai strategi pengendalian populasi agar keseimbangan ekosistem sungai kembali terjaga. Kini, banyak restoran di Meksiko yang mulai mengolahnya menjadi filet ikan atau taco yang lezat.

Waspadai Bahaya Makan Ikan Sapu-Sapu dari Perairan Tercemar

Meskipun beberapa negara melegalkan konsumsinya, para ahli kesehatan tetap memberikan peringatan keras mengenai bahaya makan ikan sapu-sapu. Ikan ini memiliki sifat benthos atau pemakan dasar sungai yang sangat efektif menyerap polutan. Jika habitatnya mengandung limbah industri, maka tubuh ikan akan menimbun logam berat seperti merkuri dan timbal.

Kandungan logam berat yang tinggi tentu membawa risiko kesehatan ikan sapu-sapu bagi manusia yang mengonsumsinya secara rutin. Kerusakan organ dalam hingga gangguan saraf menjadi ancaman nyata jika ikan tidak berasal dari lingkungan yang bersih. Oleh karena itu, Indonesia yang memiliki banyak sungai dengan tingkat polusi tinggi sangat tidak menyarankan konsumsi ikan ini.

Pemanfaatan ikan sapu-sapu di berbagai negara memang lebih didasari pada faktor ketersediaan alam dan upaya pengendalian hama. Keamanan pangan tetap menjadi prioritas utama yang harus diperhatikan sebelum memutuskan untuk mengolah ikan ini. Pastikan sumber air tempat ikan berasal benar-benar terjamin kebersihannya dari kontaminasi zat kimia berbahaya.