Uptodai.com - Proyek megah Bandara Baru Sydney yang bernilai sekitar Rp65 triliun (3,6 miliar dolar AS) dipastikan akan segera memulai operasional komersialnya pada Oktober mendatang. Kehadiran infrastruktur raksasa ini menjadi tonggak sejarah baru bagi sektor transportasi udara di Australia setelah melalui proses perencanaan panjang selama lebih dari satu dekade. Maskapai ternama seperti Qantas Airways dan Jetstar bahkan telah mengumumkan komitmen mereka untuk membuka rute penerbangan langsung dari bandara ini.

Pembangunan bandara ini dinilai sangat strategis di tengah momentum kebangkitan industri penerbangan global pasca-pandemi. Pemerintah Australia memproyeksikan bahwa fasilitas modern ini tidak hanya akan mengurai kepadatan di Bandara Kingsford Smith, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi baru di wilayah barat. Dengan investasi masif tersebut, kawasan Luddenham dan sekitarnya diharapkan bertransformasi menjadi pusat logistik dan pariwisata yang sangat dinamis.

Solusi Batasan Operasional Bandara Lama

Selama ini, bandara utama di pusat kota Sydney memiliki keterbatasan operasional yang cukup ketat karena adanya aturan jam malam (curfew). Pesawat hanya diizinkan lepas landas dan mendarat dari pukul 06.00 hingga 23.00 waktu setempat guna meminimalkan polusi suara bagi warga sekitar. Aturan ini dinilai membatasi fleksibilitas jadwal penerbangan jika dibandingkan dengan kota besar lain seperti Melbourne.

Sebagai solusi, Bandara Sydney Barat yang berlokasi di Badgerys Creek ini dirancang untuk beroperasi penuh selama 24 jam tanpa jeda. Lokasinya yang berjarak sekitar 60 kilometer dari pusat kota memungkinkannya melayani penerbangan malam hari dengan lebih bebas. Hal ini tentu menjadi angin segar bagi para pelancong internasional maupun pelaku bisnis logistik yang membutuhkan efisiensi waktu tinggi.

Ambisi Menyamai Bandara Heathrow London

Dengan kapasitas yang dirancang untuk terus berkembang, bandara baru ini ditargetkan mampu menampung puluhan juta penumpang dalam beberapa dekade ke depan. CEO Bandara Sydney Barat, Simon Hickey, menyatakan optimismenya bahwa infrastruktur ini kelak dapat menyamai skala operasional Bandara Heathrow di London. Ambisi besar ini didukung oleh pertumbuhan populasi yang pesat serta keberagaman etnis di wilayah barat Sydney yang membutuhkan konektivitas global yang lebih baik.

Sebagai langkah awal, anak usaha Qantas, Jetstar, akan menjadi maskapai pertama yang mengoperasikan penerbangan perdana menuju Gold Coast. Maskapai berbiaya rendah ini juga telah menjadwalkan 14 penerbangan mingguan ke Melbourne, empat penerbangan ke Gold Coast, serta tiga penerbangan ke Brisbane. Ekspansi rute ini diharapkan dapat merangsang pertumbuhan pariwisata domestik dan memberikan tarif penerbangan yang lebih kompetitif bagi masyarakat.