Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Aparat Pukul Mundur Massa
Uptodai.com - Proses eksekusi Hotel Sultan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, akhirnya berlangsung ricuh setelah mendapat penolakan keras dari massa simpatisan. Massa yang menolak pengosongan paksa tersebut memilih bertahan di depan area hotel sejak pagi hari. Akibatnya, ketegangan tidak terhindarkan saat aparat gabungan mencoba merangsek masuk ke dalam area kompleks hotel legendaris tersebut.
Aparat gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, dan petugas Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sempat mendapat perlawanan sengit. Massa simpatisan mulai menyerang petugas dengan menggunakan balok kayu serta melempari mereka dengan botol plastik. Untuk meredakan situasi yang kian tidak kondusif, pihak kepolisian akhirnya mengambil tindakan tegas dengan menyemprotkan air menggunakan mobil water cannon.
Latar Belakang Sengketa Lahan GBK
Konflik perebutan lahan tempat berdirinya Hotel Sultan ini sebenarnya telah berlangsung cukup lama antara pemerintah dan pihak swasta. Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) menyatakan bahwa Hak Guna Bangunan (HGB) atas nama PT Indobuildco telah resmi berakhir. Namun, pihak pengelola hotel masih terus berupaya mempertahankan aset tersebut melalui berbagai jalur hukum yang panjang.
Pemerintah sendiri menegaskan bahwa tanah seluas puluhan hektare tersebut merupakan aset negara yang harus segera dikembalikan fungsinya. Langkah eksekusi riil ini diambil setelah berbagai somasi dan teguran yang dilayangkan tidak kunjung diindahkan oleh pihak manajemen. Oleh karena itu, pengosongan paksa menjadi jalan terakhir demi menyelamatkan aset berharga milik negara.
Aparat Berhasil Menguasai Situasi
Setelah bentrokan mereda, aparat keamanan akhirnya berhasil memukul mundur massa dan menguasai seluruh area Hotel Sultan. Petugas segera melakukan sterilisasi ketat guna mengantisipasi adanya aksi susulan dari kelompok simpatisan. Sebagian personel kini disiagakan di dalam gedung, sementara sisanya tetap berjaga di luar gerbang utama kawasan GBK.
Saat situasi mulai kondusif, tim dari PPKGBK langsung bergerak cepat untuk mengawal proses pengosongan secara menyeluruh. Mereka mulai melakukan pendataan terhadap seluruh aset fisik yang berada di dalam bangunan Hotel Sultan tersebut. Langkah inventarisasi ini sangat penting dilakukan untuk memastikan semua fasilitas negara tetap terjaga dengan baik pasca-eksekusi.